Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 19:21 WIB
 

Kondisi Diabetes di Indonesia Mengkhawatirkan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Minggu, 15 April 2018 | 08:10 WIB
Kondisi Diabetes di Indonesia Mengkhawatirkan
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi diabetes di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Indonesia mengalami kematian terbesar nomor 3 akibat diabetes.

Berdasarkan data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014, diabetes telah menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan presentase sebesar 6,7 persen, setelah stroke (21,1 persen) dan penyakit jantung koroner (12,9 persen).

Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10,3 juta jiwa.

Jika tidak ditangani dengan baik, menurut World Health Organization, angka kejadian diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2030.

Menanggapi kondisi ini, Nutrifood sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan dengan misi Inspiring a Nutritious Life, telah berkomitmen selama bertahun-tahun untuk menginspirasi keluarga Indonesia menjalani gaya hidup sehat sehingga terhindar dari resiko diabetes.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah secara konsisten berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, praktisi kesehatan (Rumah Sakit, dokter, ahli gizi), akademisi dan peneliti, komunitas dan lembaga non profit, media, pihak swasta, masyarakat umum, hingga anak muda.

"Merespon tingginya persentase diabetes di Indonesia, selama bertahun-tahun Nutrifood tergerak berkontribusi dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat agar dapat terhindar dari resiko diabetes," kata Susana, Head of Nutrifood Research Center, Jakarta, Jumat, (13/04/2018)

Untuk menciptakan dampak yang lebih besar, Nutrifood aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menghargai respon positif dari semua mitra strategis yang telah bekerja sama dengan Nutrifood. Salah satunya adalah Kementerian Kesehatan RI.

"Dengan mengutamakan menjaga keluarga Indonesia akan pentingnya gaya hidup sehat. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik dan membuahkan hasil yang maksimal," tambahnya.

Lebih lanjut Susana mengatakan pada tahun 2018, Nutrifood masih terus melanjutkan komitmennya mengedukasi keluarga Indonesia, salah satunya melalui program edukasi Lindungi Keluarga dari Diabetes hari ini, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Nutrifood juga mengadakan senam sehat #BeatDiabetes selama bulan April 2018 di 21 kota dan menjangkau hingga 18.000 masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, Nutrifood mengajak keluarga Indonesia untuk bersama-sama mencegah dan melawan
diabetes dengan berbagai kegiatan menarik seperti senam sehat, cek gula darah gratis, konsultasi kesehatan gratis, dan festival makanan dan minuman bebas atau rendah gula.

"Semoga dengan adanya program- program ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang terinspirasi untuk
menjalani gaya hidup sehat," paparnya.

Adapun program-program lainnya yang telah dijalankan Nutrifood untuk mengedukasi keluarga Indonesia tentang bahaya diabetes dan pentingnya gaya hidup sehat antara lain:

1. Kampanye #Hands4Diabetes yang dilaksanakan dalam memperingati Hari Diabetes Sedunia tanggal 14 November, bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan sobat Diabet. Program ini telah berjalan sejak 2013 hingga 2017 dan telah menjangkau puluhan ribu masyarakat di 40 kota Indonesia.

Acara #Hands4Diabetes diisi dengan aktivitas funwalk, senam sehat, cek gula darah gratis, penandatanganan petisi #Hands4Diabetes untuk donasi, serta kampanye di media sosial.

2. Edukasi Cermati Label Kemasan Makanan dan Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Program ini melibatkan berbagai macam pihak antara lain Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan, Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Universitas, dan komunitas kesehatan.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x