Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 Agustus 2018 | 13:21 WIB

Lima Film Laris Indonesia Tampil di London

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 4 April 2018 | 16:55 WIB

Berita Terkait

Lima Film Laris Indonesia Tampil di London
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekitar lima film dari Indonesia akan tampil di London Book Fair 2018. Penasaran dengan film apa saja?

Lima film tersebut adalah Laskar Pelangi, yang sangat terkenal adalah Laskar Pelangi, Sang Penari, Filosofi Kopi, Dilan 1990, dan Laut Bercerita. Laura Prinsloo selaku Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di Londok Book Fair 2019, menjelaskan, semua film yang terpilih tersebut melalui sebuah proses kurasi yang matang.

"Semua film yang terpilih adalah berasal dari cerita buku. Lalu, memang memiliki sub title bahasa Inggris yang sudah ready," papar Laura saat ditemui di Jakarta, Rabu, (04/04/2018).

Masih menurut Laura, nantinya, film Indonesia tersebut akan ditampilkan di London Book Screaning Lounge dan booth khusus pameran buku milik Indonesia.

"Diharapkan pada tahun depan, film - film Indonesia yang tampil di London Book Fair akan bisa ditampilkan di bioskop - bioskop Inggris. Karena tahun lalu yang diputar adalah Harry Potter. Ini kelasnya sudah sama seperti itu," tambahnya.

Setelah sukses menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair, Indonesia kini bersiap untuk menjadi pusat perhatian di salah satu perhelatan pameran buku internasional lainnya, yaitu London Book Fair (LBF). Melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Indonesia telah menandatangani nota kesepakatan dengan panitia LBF untuk menjadi market focus pada 2019.

"Sebagai Country Market Focus di Landon Book Fair 2019, kami (Bekraf) ingin mengambil peluang ini untuk membawa sektor penerbitan di Indonesia dan sektor-sektor lainnya yang berkaitan ke level selanjutnya dengan menampilkan penulis-penulis terkemuka, penerbit dan warisan literasi dan budaya Indonesia yang kaya dengan harapan mampu menyumbangkan kesempatan besar bagi sektor kreatif Indonesia, terutama dalam sektor penerbitan," ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik.

Ricky menyampaikan, industri ekonomi kreatif di Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Sektor kreatif Indonesia telah melibatkan sumber daya manusia sebesar 15,9 juta dengan kontribusi 7,3 persen bagi Gross Domestic Product (GDP) atau setara dengan 67 miliar USD dan kontribusi ekspor senilai 20 miliar USD.

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak menyampaikan kehadiran Indonesia di LBF adalah bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia sebagai negara Market Focus di tahun 2019.

"lni adalah upaya Pemerintah Indonesia, Bekraf, dalam memberikan dukungan kepada pelaku kreatif dalam sub sektor penerbitan. Harapan kami adalah terjadinya transaksi bisnis terutama dari perdagangan Intelectual Property (IP) yang memang menjadi nilai tambah utama ekonomi kreatif," tegas Joshua.

Ia menambahkan yang paling penting adalah semakin banyak karya para penulis yang mendapat akses pasar seluas-Iuasnya termasuk kepada penerbit di manca negara. (tka)

Komentar

Embed Widget

x