Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 17:41 WIB

Ketagihan Smartphone Pengaruhi Psikologis?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 22 Maret 2018 | 19:05 WIB

Berita Terkait

Ketagihan Smartphone Pengaruhi Psikologis?
(Foto: zeenews)

INILAHCOM, London - Anda termasuk orang yang kecanduan smartphone Nah, saat ini sebagian besar orang ketagihan dengan hal itu.

Mengutip dari zeenews, Kamis, (22/03/2018), sebuah studi baru menemukan bahwa orang-orang yang emosi kurang stabil dan menderita kecemasan serta depresi lebih mungkin untuk menjadi kecanduan smartphone. Temuan ini menemukan bahwa emosi kurang stabil dikaitkan dengan perilaku bermasalah smartphone.

Orang-orang yang berjuang dengan kesehatan mental mereka lebih cenderung menggunakan smartphone mereka sebagai suatu bentuk terapi. Semakin besar kemungkinan mereka akan menjadi kecanduan ponsel mereka. Penelitian menunjukkan, sebagai tingkat peningkatan kecemasan, menggunakan smartphone bermasalah juga meningkat.

"Problematic smartphone menggunakan lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya dan penelitian kami telah menyoroti interaksi dari berbagai faktor-faktor psikologis dalam studi menggunakan smartphone," kata Zaheer Hussain, dosen psikologi di Universitas Derby di Britania.

"ini adalah karena orang-orang mungkin mengalami masalah dalam kehidupan mereka seperti stres, kecemasan, depresi, masalah keluarga, sehingga dalam keadaan itu mereka emosional tidak stabil, artinya mereka mencari smartphone sangat berlebihan digunakan. Hal ini mengkhawatirkan," tambahnya.

Untuk penelitian ini, tim psikolog dilakukan studi online dengan 640 pengguna smartphone, berusia antara 13-69 tahun, untuk mengetahui hubungan antara smartphone penggunaan dan kepribadian ciri-ciri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang closed off atau kurang terbuka dengan emosi mereka lebih cenderung memiliki masalah dengan menggunakan smartphone.

"Mereka dapat terlibat dalam penggunaan jaringan sosial pasif, dimana Anda menghabiskan banyak waktu pada Facebook, Twitter, Instagram, browsing orang lain komentar, Gambar, dan posting, dan tidak posting apa-apa. Anda sendiri dan tidak terlibat dalam diskusi dengan orang lain, sehingga tidak ada interaksi sosial yang positif yang nyata sementara di jaringan sosial," ujarnya. (tka)

Komentar

x