Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 Agustus 2018 | 15:08 WIB

Lebih dari 1000 Pasien Jalani Transplantasi Ginjal

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 9 Maret 2018 | 07:45 WIB

Berita Terkait

Lebih dari 1000 Pasien Jalani Transplantasi Ginjal
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia terus meningkat seiring waktu.Pada 2017, lebih dari 1.000 pasien yang sudah menjalani transplantasi ginjal di Indonesia.

Menurut Dr. dr. Aida Lidya, Sp.PD-KGEH, Ketua Pernefri Pelayanan HD, CAPD dan transplantasi sebagai pelayanan yang terintegrasi, transplantasi ginjal makin diminati. Sudah bisa dilakukan di beberapa tempat di daerah, tidak hanya di Jakarta. Pada RS Cipto Mangunkusumo, dilakukan 10-11 transplantasi ginjal per bulan.

"Survival rate untuk pasien gagal ginjal yang sudah menjalani transplantasi selama 3 tahun, hasilnya sangat baik," ujar Aida Lidya saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (08/03/2018).

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan terapi pengganti ginjal, kualitas dan kuantitas unit renal perlu ditingkatkan. Distribusi KGEH dan perawat terlatih HD pun perlu didorong.

"Rencana di masa depan, cakupan CAPD yang masih sangat rendah di Indonesia, bisa ditingkatkan sehingga menurunkan ketergantungan terhadap HD. Seperti di Kolombia, di mana cakupan HD dan CAPD hampir sama besarnya. Di sana, pelayanan pasien ditanggung sepenuhnya oleh pemerinah, dari yang paling murah hingga paling mahal, dan merangkul asuransi swasta untuk skema pembiayaan," tambahnya.

Continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau sering disebut peritoneal dialisis saja. Dengan metode peritoneal dialisis atau cuci darah sendiri dalam perut, pasien melakukan cuci darah secara mandiri dan tidak perlu ke rumah sakit.

Masih menurutnya, targetnya di Indonesia yakni HD 50 persen, CAPD 30 persen, dan transpantasi 20 persen.

"Karena sesungguhnya, biaya CAPD bisa lebih murah daripada HD. Kemenkes akan meningkatkan cakupan CAPD, dengan pilot project di Jawa Barat," paparnya. (tka)

Komentar

x