Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 12:14 WIB

Tiga Hal Pengaruh Bermain untuk Psikologis Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 9 Februari 2018 | 13:45 WIB

Berita Terkait

Tiga Hal Pengaruh Bermain untuk Psikologis Anak
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bermain adalah salah satu cara untuk mengasah kemampuan anak. Dengan begitu, anak lebih cepat tanggap sesuai dengan usianya.
Sebagai orangtua, harus tahu memilih mainan yang cocok untuk usia buah hatinya. Karena, pilihan mainan anak sangat berpengaruh untuk perkembangan motorik anak. Ada tiga hal yang mempengaruhi psikologis anak ketika bermain. Mulai dari aspek kognitif, psikomotor , dan psikososial.
"Ketiga itu bisa berkembang secara simultan dan holistik. Untuk berkembang secara bersama itu harus memilih kegiatan yang mendukung. Memilih mainan yang sesuai dengan kebutuhan anak," papar psikolog Ratih Ibrahim saat ditemui di acara saat ditemui di PIK Avenue pada acara Bricklive Jakarta Petualangan Interaktif LEGO, Jakarta, Kamis, (08/02/2018).
Bermain adalah cara untuk menstimulasi otak. Mengapa stimulasi penting? Masih menurut Ratih, karena untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Membantu anak untuk siap memasuki tahap perkembangan selanjutnya.
"Dengan salah satu kegiatan main, yang berwarna, bersusun, ini adalah bermain dalam konsep dasar. Anak - anak bisa mengerti jarak, ruang, bentuk, imajinasinya kreatif. Ini ada di dalam daya imajinasi yang tinggi. Ini merangsang anak untuk berinovasi. Ini adalah pengaruh kognitif," tambahnya.
Selanjutnya, bermain dapat mengasah psikomotor. Bermain sangat membantu anak untuk melatih koordinasi antara mata dan motorik. Kemudian keterampilan motorik halus.Keterampilan motorik kasar juga distimulasi.
Setelah itu, bermain juga berpengaruh pada psikososial anak. Belajar sambil bermain adalah cara yang baik dan cepat untuk menstimulasi otak anak.
"Anak gembira, emosi menjadi sehat.Senang dan gembira adalah indikasi pribadi yang sehat secara kejiwaan. Berinteraksi dengan anak lain. Melakukan kerjasama. Dengan bertemu orang lain, anak akan berinteraksi, adanya negosiasi, berbagi, dan berbicara," ujarnya. (tka)

Komentar

Embed Widget
x