Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 03:22 WIB
 

Hari Kanker Sedunia 2018

Yuk, Deteksi Sejak Dini untuk Cegah Kanker

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 5 Februari 2018 | 18:49 WIB
Yuk, Deteksi Sejak Dini untuk Cegah Kanker
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu cara untuk mencegah kanker adalah dengan melakukan deteksi dini. Ini sangat penting agar masyarakat bisa mengatasi masalah kesehatan tersebut.

Menurut Direktor Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. H. Mohammad Subuh, MPPM saat ditemui di Kantor Kemenkes RI, Senin (05/02/2018), hal yang paling penting disini adalah bagaimana melakukan deteksi dini. Kemudian dilakukan dengan diagnostik.

"Kalau bisa dilakukan dengan awam. Banyak penyakit kanker yang timbul karena terlambat mendiagnosa. Kemudian yang paling penting adalah bagaimana mencegahnya. Ini yang harus dilakukan dengan menjalankan gaya hidup sehat. Tentunya, dicegah dengan cara menghimpun banyak informasi. Kemudian adanya awareness. Kepeduliaan bukan hanya untuk individu, tapi seluruh pemberdayaan masyarakat untuk penyakit kanker. Kalau ini dilakukan maka upaya pencegahan dapat dilakukan dengan maksimal," papar Mohammad Subuh.

Kemudian, masih menurutnya, harus ada respon. Pada acara Training of trainers, seminar kanker nasional untuk awam 5 - 7 Februari 2018 di Kementerian Kesehatan RI, Subuh berharap, bahwa setiap orang bisa menjadi agent of changes untuk mengatasi masalah kanker.

"Ini adalah bukan hanya memberikan pengobatan tapi juga untuk respon komunikasi dan data. Dengan komunikasi yang dilakukan dengan baik, maka adanya mencegahan bisa dilakukan.Pada saat ini kita masih menjalankan pengendalian bukan pencegahan," tambahnya

Tidak hanya itu, masih menurutnya, untuk menurunkan angka penyitas kanker, harus ditumbuhkan sebuah kepedulian.

"Tidak banyak orang yang mau peduli terhadap kanker. Apalagi memberikan kontribusi. Padahal kontribusi dalam segala hal tentang kanker sangat perlu," tegasnya.

Mengapa kepedulian begitu penting? Karena, para penyitas kanker kerap mendapatkan stigma yang timbul di tengah masyarakat. Hal ini perlu adanya rangkulan dari banyak orang agar penyitas kanker mendapatkan semangat dan kepercayaan diri kembali.

"Stigma menjadi tantangan kita. Stigma pertama dari pasien, begitu enggak membuka diri enggak bisa memberikan informasi, dan berbagi. Meminimalisasi stigma, kalau perlu dihilangkan. Saling pengertian, peduli, bisa dilakukan dengan cara baik, melakukan upaya bersama - sama," tegas subuh.

Perlu diketahui, menurut data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab kematian terbesar akibat kanker setiap tahunnya.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x