Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 01:23 WIB
 

Minuman Berenergi Tidak Lebih Baik dari Soda?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 19 Januari 2018 | 17:45 WIB
Minuman Berenergi Tidak Lebih Baik dari Soda?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New Delhi - Minuman energi selalu menjadi perdebatan mendalam untuk masalah kesehatan. Mengapa?

Mengutip dari zeenews, Jumat (19/01/2018), minuman energi banyak yang mengklaim memiliki sifat lebih sehat dibanding dengan soda dan minuman berkafein lainnya seperti kopi. Sebuah penelitianbaru menjelaskan bahwa minuman berenergi lebih buruk daripada kopi.

Mengelaborasi temuannya, studi mengatakan bahwa minuman energi dapat memiliki dampak yang lebih besar pada kesehatan dari konsumsi kafein dengan cara lain.

Remaja dan orang dewasa yang mengkonsumsi minuman energi mungkin menderita dari rapid detak jantung, mual, dan kejang.

Menurut University of Waterloo di Ontario, Kanada, lebih dari setengah pemuda dan orang dewasa muda yang mengkonsumsi minuman energi, telah melaporkan mengalami peristiwa kesehatan yang merugikan, termasuk rapid detak jantung, mual, dan dalam kasus yang jarang terjadi kejang.

Saat ini, undang-undang Kanada dimaksudkan untuk melarang minuman energi dari yang dipasarkan untuk anak-anak. Minuman energi tidak dianjurkan untuk digunakan oleh orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

"Kebanyakan penilaian risiko untuk tanggal telah digunakan kopi sebagai referensi untuk memperkirakan efek kesehatan dari minuman energi; Namun, sudah jelas produk ini menimbulkan risiko kesehatan lebih besar,"kata penulis studi David Hammond.

"Efek kesehatan dari energi bisa terjadi karena bahan yang berbeda daripada kopi, atau cara-cara di mana mereka dikonsumsi, termasuk dengan alkohol atau selama kegiatan fisik; Terlepas dari itu, temuan menyarankan suatu kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan efek kesehatan dari produk ini,"tambahnya.

Tim yang disurvei 2.055 muda Kanada yang berusia 12 hingga 24.

Mereka yang melaporkan mengkonsumsi minuman energi di beberapa titik dalam kehidupan mereka, 55.4 persen melaporkan mengalami peristiwa kesehatan yang merugikan, 24.7 persen melaporkan mengalami detak jantung cepat, 24.1 persen melaporkan kesulitan tidur dan 18.3 persen melaporkan mengalami sakit kepala.

Total 5.1 persen melaporkan mual, muntah, atau diare, 5 persen mencari perhatian medis, 3,6 persen melaporkan mengalami sakit dada dan 0,2 persen melaporkan mengalami kejang.

"Jumlah efek kesehatan yang diamati dalam penelitian kami menunjukkan bahwa lebih lanjut harus dilakukan untuk membatasi konsumsi antara anak dan remaja," paparnya. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x