Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 04:48 WIB
 

Aroma Pasangan Ternyata Bisa Jadi Penghilang Stres

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Minggu, 7 Januari 2018 | 14:45 WIB
Aroma Pasangan Ternyata Bisa Jadi Penghilang Stres
(Foto: zeenews.india)

INILAHCOM, New Delhi - Jika Anda mencari penghilang stres yang efektif, terutama bagi Anda sudah menikah atau menjalin hubungan, pencarian Anda akan berakhir di sini. Ternyata obatnya adalah aroma pasangan Anda.

Mengutip dari zeenews, Minggu (07/01/2018), sebuah penelitian menunjukkan bahwa aroma hidup pasangan Anda, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, cukup bagus dan cukup kuat untuk membantu Anda mengurangi stres.

Sementara terkena aroma orang asing memiliki efek sebaliknya dan meningkatkan kadar hormon stres, kortisol.

"Banyak orang memakai kemeja pasangan mereka atau tidur di sisi pasangan mereka saat pasangan mereka pergi, tapi mungkin tidak menyadari mengapa mereka terlibat dalam perilaku ini," kata Marlise Hofer, dari University of British Columbia di Kanada.

"Temuan kami menunjukkan bahwa aroma seorang pasangan saja, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu mengurangi stres," kata Hofer.

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, para periset merekrut 96 pasangan. Pria diberi kaos bersih untuk dipakai selama 24 jam dan disuruh menahan diri untuk tidak menggunakan produk tubuh deodoran dan wangi, merokok dan mengonsumsi makanan tertentu yang bisa mempengaruhi aroma mereka. Kaos itu kemudian dibekukan untuk melestarikan aroma.

Para wanita secara acak diberi wewangian untuk mencium kaus yang tidak dipakai atau telah dipakai oleh pasangan mereka atau orang asing. Mereka tidak diberitahu yang mana yang telah mereka berikan.

Para wanita menjalani tes stres yang melibatkan wawancara kerja tiruan dan tugas matematika mental, dan juga menjawab pertanyaan tentang tingkat stres mereka dan menyediakan sampel air liur yang digunakan untuk mengukur tingkat kortisol mereka.

Para peneliti meminta wanita untuk bertindak sebagai pencium karena mereka cenderung memiliki indera penciuman yang lebih baik daripada pria. Mereka menemukan bahwa wanita yang telah mencium kemeja pasangan mereka merasa kurang stres sebelum dan sesudah melakukan test stres.

Mereka yang keduanya mencium kemeja pasangan mereka dan juga mengidentifikasi dengan benar aroma tersebut juga memiliki kadar kortisol yang lebih rendah, yang menunjukkan bahwa manfaat mengurangi stres dari aroma pasangan sangat kuat saat wanita tahu apa yang berbau mereka.

Sementara itu, wanita yang telah mencium aroma orang asing memiliki kadar kortisol lebih tinggi selama tes stres.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x