Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:39 WIB

Dok, Anak Saya Kidal, Apa yang Harus Dilakukan?

Oleh : Santi andriani | Rabu, 11 September 2013 | 19:03 WIB
Dok, Anak Saya Kidal, Apa yang Harus Dilakukan?
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta- Beberapa orang tua ternyata masih memiliki
kehawatiran tentang kondisi anak mereka yang kebetulan kidal. Padahalini sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan maupun tumbuh kembanganak.

Dokter spesialias anak, dokter Atilla Dewanti SpA (K) Neurologi,
mengatakan, seringkali kekhawatiran itu lebih dikarenakan perbedaan
pandangan yang dilatarbelakangi budaya masih-masing daerah terhadap
kondisi kidal. Ini yang akhirnya mempengaruhi penerimaan terhadap
kondisi itu.

"Memang ada beberapa suku yang berpandangan bahwa segala
pekerjaan yang baik itu harus dilakukan dengan tangan kanan, yang
dianggap sebagai tangan manis. Sedangkan beberapa daerah menganggap
ini tidak masalah karena tangan apapun adalah manis tergantung
bagaimana penggunaannya," kata dokter Atilla di Jakarta beberapa waktu
lalu.

Sedangkan, terhadap kemampuan si anak dan bagaimana tumbuh kembangnya kelak, kondisi ini sama sekali tidak mempengaruhi. Semua dikembalikan bagimana orang tua mengasuh dan mendidik anak mereka.

Orang tua, lanjut dokter Atilla, tidak perlu sampai mengupayakan agar
anaknya diterapi atau dilatih agar dia bisa menggunakan tangan
kanannya untuk beraktivitas. Jika memang ini tidak mempengaruhi
kemampuannya, maka tak perlu menghilangkan.

"Ini sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan dan perkembangan anak,
jadi untuk apa dihilangkan. Yang terpenting latih terus dan asah
kemampuan anak," tandasnya.

Namun yang juga tak kalah penting, sebaiknya pihak kelurga menyamakandulu penerimaan terhadap kondisi si anak yang berbeda ini. Karenapenerimaan terhadap anaklah yang akan mempengaruhi kondisi psikologissi anak.

"Rembukkan dulu sama keluarga besar, beri pemahaman bahwa penerimaanterhadap kondisi si anak adalah lebih penting untuk tumbuh kembangnya," pungkas dokter yang sehari-hari berpraktek di Brawijaya Woman and Child Hospital ini. [mor]

Komentar

Embed Widget
x