Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:16 WIB

Pasien Diabates Harus Awasi Kadar Kolesterol Juga!

Oleh : Santi andriani | Rabu, 11 September 2013 | 18:27 WIB
Pasien Diabates Harus Awasi Kadar Kolesterol Juga!
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta- Penderita diabetes tak hanya harus memperhatikan
kadar gula darah mereka agar tetap stabil tapi juga perlu mengendalikan kolesterol 'jahat' LDL dan tekanan darah.

Pada penderita diabetes, selain terjadi kenaikan kadar glukosa darah, juga sering dijumpai kelainan metabolisme kolesterol yang berupa kenaikan kadar kolesterol low density lipoprotein atau LDL, trigliserida dan penurunan kadar kolesterol HDL atau high density lipoprotein atau sering disebut kolesterol 'baik'.

"Penderita diabetes selain harus memantau dan mengendalikan kadar gula
darahnya, juga perlu mengendalikan kadar kolesterol, baik LDL, trigliserida dan HDL, mengelola tekanan darah dengan baik untuk menghindari kematian akibat penyakit kardiovaskular," jelas dokter Em Yunir, SpPD, K-EMD, Kepala Divisi Metabolik dan Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) dalam acara diskusi yang diadakan Pfizer di Jakarta, Rabu (11/9).

Dia menerangkan, LDL pada penderita diabetes mempunyai ukuran lebih
kecil dan lebih padat. Sehingga lebih mudah menyusup masuk ke dalam
lapisan dinding pembuluh darah dan memicunya terjadinya atherosclerosis-pembentukan plak yaitu pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri.

"Penderita diabetes memiliki target penurunan kolesterol LDL yang
cukup agresif yaitu dibawah 100mg/dl karena penderita diabetes
merupakan kelompok yang berisiko tinggi terkena serangan jantung,"
ujarnya.

Mengutip studi yang dilakukan WHO, Emir menyebut lebih dari 50%
penderita diabetes meninggal akibat komplikasi penyakit jantung,
sisanya, adalah komplikasi lainnya.

Dia menerangkan, pola makan tak seimbang, berat badan berlebih atau
obesitas, kurang olahraga, merokok, penyakit tertentu serta faktor
genetik sering dikaitkan penyebab meningkatnya kadar LDL.

"Indonesia termasuk yang warganya paling rendah untuk melakukan
exercise, padahal latihan fisik menimal berjalan, selama 30 menit
dalam sehari atau 150 menit dalam seminggu adalah obat yang ampuh
membantu menurunkan kadar kolesterol LDL," sambungnya.

Mengatur pola makan atau diet yang sehat dan menghentikan
kebiasaan merokok juga menjadi penting untuk menghindari kematian
akibat penyakit kardiovaskular.

Mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan tenaga kesehatan juga
diyakini mampu menurunkan kadar kolesterol jahat seperti statin yang
berfungsi melindungi jantung.

"Penggunaannya tentu harus benar dan memperhatikan potensi efek samping, khusus untuk pasien diabetes makan tetap harus dilakukan kontrol dengan obat anti diabetes," ujar dokter Em Yunir. [mor]

Komentar

Embed Widget
x