Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:18 WIB

Jalan Kaki, Cara Sederhana Pangkas Risiko Diabetes

Oleh : Santi andriani | Rabu, 4 September 2013 | 12:10 WIB
Jalan Kaki, Cara Sederhana Pangkas Risiko Diabetes
(foto:ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurangnya aktif secara fisik dalam kehidupan sehari-hari nyatanya mampu meningkatkan risiko terkena diabetes. Padahal hal itu yang paling sederhana bisa dilakukan.

"Aktif secara fisik di Indonesia itu masih kurang, contoh, orang Indonesia dari rumah ke ujung gang naik ojek, dari ujung gang ke jalan besar naik angkot, dari jalan besar ke tempat tujuan naik Transjakarta, lalu kapan jalan kakinya? Tidak usahlah bicara olahraga, ini dulu yang sederhana," kata Prof. Dr. dr. Sidhartawan Soegondo, SpPD-KEMD usai acara peluncuran laporan Blueprint for Change, laporan kondisi diabetes di Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/9).

Ketua Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (PB PERSADIA) itu melanjutkan, penyakit diabetes, khususnya diabetes type 2 paling besar penyebabnya adalah karena faktor keturunan. Namun tetap ada upaya bagaimana untuk mencegah atau memutus mata rantai penyakit itu agar tidak menurun ke generasi selanjutnya.

Prof Sidhartawan mengatakan, kuncinya adalah aktif secara fisik dan menjaga makanan yang masuk ke dalam mulut.

Kurangnya aktif secara fisik inilah juga, dijelaskan dokter Sidhartawan mengapa bahkan orang-orang di Nabire, Papua memiliki penderita diabetes yang paling tinggi.

"Sekarang kalau lihat orang Papua kan lebih gendut-gendut dibanding yang dulu karena orang yang dulu banyak berburu dan bertani sekarang sudah mulai berkurang. Kini mereka banyak hijrah ke perkotaan, gaya hidupnya pun berubah, mau makan tidak perlu berburu atau menanam lagi. Belum lagi gaya hidup yang tidak sehat lainnya seperti merokok dan minum," jelasnya lagi.

Karenanya, Sidhartawan menegaskan, perlu kembali aktif secara fisik dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang setidaknya yang paling sederhana bisa dilakukan.

Sementara Kementrian Kesehatan dalam upaya mencegah dan mengendalikan diabetes agar tidak menjadi penyakit yang kompleks terus mengencarkan perilaku CERDIK yaitu, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin Aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres.

"Jangan lantas orang tua tidak diabetes lalu kita tenang-tenang saja. Jadi tidak ada salanya bagi yang masih muda-muda untuk rajin mengecek gula darahnya, tidak perlu gengsi atau malu, setidaknya mewaspadai adanya risiko diabetes," terang Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Epid, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam kesempatan sama. [mor]

Komentar

Embed Widget
x