Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 12:04 WIB

Ini Produk Kecantikan Berbahaya Bagi Kulit

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Sabtu, 27 April 2013 | 11:05 WIB
Ini Produk Kecantikan Berbahaya Bagi Kulit
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Merawat kulit dengan produk kecantikan memang menjadi kegiatan rutin para wanita. Tapi siapa sangka, di antara produk kecantikan berisi kandungan berbahaya.
Semua orang tentu ingin tampil sempurna dan menawan didepan banyak orang, itu sebabnya banyak sekali dijualproduk kecantikan memberikan janji menjaga kesehatan kulit.
Ironisnya, saat Anda memeriksa kandungan zatr yang ada didalam produk kecantikan tersebut, ternyata ada beberapakandungan yang berbahaya. Apa saja?
Alumunium
Kandungan zat yang tinggi akan menutupi pori-pori kulitAnda dan mencegah terkjadinya proses respirasi normal daritubuh ke kulit.
Benzoates
Bebrbagai jenis asam benzoat dapat menyebabkan gastricirritation dan meningkatkan intenssitas asma.
Keratolytic chemicals
Yang termasuk dalam jenis kandungan kimiawi ini adalahhydroxylaciddanretinotic. Bahan ini mengganggu lapisanepidermis kulit dan menyebabkan sensitivitas berlebihanternadap sinar matahari.
P-phenylenediamine
Bahan ini dikenal bisa menimbulkan bahaya, seperti kanker,toksisitas reproduksi, neurotoksisitas, alergi,kekebalan-toksisitas, iritasi kulit, mata, dan paru-paru.
Deodoran & antiperspirant
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa bahan-bahandalam deodoran dan antiperspirant berbahaya bagi kulit dantubuh. Deodoran menyebabkan iritasi karena kandunganalkohol di dalamnya dan kemerahan yang mengarah pada gatalhingga akhirnya pigmentasi kulit.
Efek berbahaya dari antiperspirant lebih besar darideodoran karena senyawa aluminium dalam antiperspirantyang menghambat kelenjar keringat dapat menyebabkankondisi seperti dermatitis kontak dan alergi.
Paraben
Paraben adalah zat pengawet sintetis yang biasaditambahkan ke produk untuk memperpanjang masa penyimpananproduk tersebut. Selain pada makanan, detergen, dan obat,paraben ini nyatanya juga banyak digunakan di produkkecantikan.
Paraben tergolong bahan pengawet yang kadarnya tidak bolehmelebihi batas yang disarankan oleh BPOM. Kadar maksimumparaben adalah 0,4% untuk ester tunggal dan 0,8% untuk tester campuran.Jika pemakaiannya melebihi batas kadar maksimum dapatberdampak buruk bagi kesehatan manusia, seperti masalahreproduksi, alergi, dan juga kanker.
Studi menyebutkan bahwa paraben ditemukan dalamkasus kanker payudara, namun tidak mengindikasikan bahwaparaben-lah yang sebenarnya menyebabkan kanker payudaratersebut. [mor]

Komentar

x