Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 12:02 WIB

Pakai Sabun, Wanita Rentan Kena Infeksi

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 29 Maret 2013 | 11:05 WIB
Pakai Sabun, Wanita Rentan Kena Infeksi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menggunakan sabun sudah pasti akan menghasilkan keharuman yang luar biasa pada diri seorang wanita.

Namun jika digunakan pada bagian organ intim wanita terlalu sering akan menimbulkan infeksi. Benarkah?

Sebuah studi baru, yang dilakukan di University of California di Los Angeles, menyebutkan bahwa penggunaan sabun dan shower gel pada wanita untuk membersihkan organ intim akan meningkatkan risiko infeksi penyakit menular seksual.

Dilansir Genius Beauty, dalam penelitian tersebut para ilmuwan membuktikan sabun, serta pelumas, merusak jaringan sensitif dari organ seksual, meningkatkan risiko infeksi herpes, klamidia, dan HIV.

Pemimpin studi Joelle Brown mengatakan ada 'peningkatan bukti' bahwa menggunakan produk pembersih organ intim perempuan ini dapat meningkatkan risiko vaginosis bakteri--kondisi akibat gangguan keseimbangan, bakteri baik pelindung vagina kalah banyak dengan bakteri jahat--dan infeksi menular seksual.

Tim Dr Brown merekrut 141 perempuan di Los Angeles yang setuju untuk menjawab kuesioner tentang penggunaan produk-produk untuk organ intim yang mereka gunakan dan menjalani tes laboratorium untuk infeksi vagina.

Para peneliti menemukan bahwa 66 persen partisipan menggunakan minyak pelicinmengatasi vagina "kering"- dan pembersih organ internal.

Produk paling umum digunakan adalah pelumas seksual 70%. Sementara 17% dilaporkan menggunakan jel petroleum, dan 13% mengunakan produk minyak pelicin.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan produk-produk yang tidak diperuntukkan bagi organ intim, seperti minyak dan Vaseline, lebih mungkin memiliki jamur di organ intimnya dan terinfeksi bakteri, menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynaecology.

Misalnya, 40% para perempuan yang menggunakan jel petroleum sebagai pelumas memiliki vaginosis bakteri--infeksi umum yang dapat disebabkan oleh sejumlah spesies bakteri dibandingkan dengan 18% perempuan yang tidak memasukkan jel petroleum.

Sebanyak 44% perempuan melaporkan menggunakan minyak dinyatakan positif Candida, jamur yang menyebabkan infeksi jamur, dibandingkan dengan lima persen perempuan yang tidak menggunakan minyak.

Para peneliti berpendapat risiko terkena infeski mungkin terjadi lantaran produk-produk tersebut mengacaukan pH organ intim dan mikroba-mikroba menguntungkan, yang memperpesat perkembangbiakan organisme berbahaya.

Biasanya, areal intim wanita adalah rumah bagi sistem pengaturan bakteri baik dan buruk, yang menghasilkan asam yang memberi perlindungan terhadap infeksi dan virus.

Tak hanya itu, menurut Dr Brown, produk pelumas seksual yang dijual bebas, yang dirancang untuk penggunaan pada organ intim, tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi dalam penelitian. Tetapi, masih perlu evaluasi lebih dalam tentang itu. [mor]

Komentar

x