Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 06:09 WIB

Menikah Bisa Perpanjang Usia

Oleh : Santi andriani | Sabtu, 12 Januari 2013 | 18:25 WIB
Menikah Bisa Perpanjang Usia
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta- Menikah kini bukan hanya ibadah saja, tapi dianggap bisa memperpanjang usia. Sebaliknya, orang yang tidak menikah, ditemukan lebih rentan meninggal dunia dini.

Penelitian yang belum lama dilakukan di Amerika Serikat ini menemukan, pasangan menikah memiliki kesempatan dua sampai tiga kali lebih besar untuk bertahan hidup.

Sebaliknya, peneliti mengklaim, orang yang tidak pernah menikah memiliki tiga kali kemungkinan lebih besar meninggal dini bahkan di usia pertengahan.

Studi baru ini dilakukan oleh Dr Ilene Siegler bersama rekannya dari Departeman Ilmu Perilaku, Universitas Medical Center, North Carolina. Seperti dikutip dari dailymail.co.uk.

"Singkatnya, memiliki pasangan selama usia paruh baya adalah pelindung. Menjadi tunggal atau kehilangan pasangan tanpa penggantian adalah situasi yang meningkatkan risiko kematian selama usia pertengahan dan mengurangi probabilitas bertahan hidup untuk menjadi orang tua," katanya.

Mereka menganalisa data milik 4.802 orang, diantaranya mereka yang lahir pada tahun 1940-an. Waktu diteliti usia kebanyakan orang adalah sekitar 40 lalu ada juga yang meninggal pada usia 50-an.

Para peneliti mencatat stabilitas dan perubahan status perkawinan dan non perkawinan ketika mereka menginjak paruh baya. Juga melihat efek dari ciri-ciri kepribadian usia remaja akhir, status sosial, ekonomi dan resiko kesehatan.

Selama penelitian tercatat sebanyak 238 orang telah meninggal, termasuk diantaranya 32 wanita. Hasil penelitian menyimpulkan, mereka yang tidak pernah menikah memiliki resiko kematian tertinggi pada usia pertengahan. Mereka memiliki 2,84 kali kemungkinan lebih besar meninggal lebih awal.

Sementara yang menjadi single atau telah berpisah dengan pasangan tanpa mencari pengganti, meningkatkan risiko kematian dini pada usia pertengahan sampai tiga perempatnya sehingga mengurangi kemungkinan merasakan tua.

Studi yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Annals of Behavioral Medicine menjelaskan, menikah memiliki efek positif pada gaya hidup, meskipun tidak sepenuhnya memperhitungkan manfaat kesehatan.

Orang menikah dengan bahagia lebih cenderung makan lebih sehat, memiliki lebih banyak teman dan mendorong satu sama lain untuk mengurus diri sendiri. Sementara menjadi kesepian dan tanpa persahabatan memiliki efek lebih besar akan kematian pada usia pertengahan.

Komentar

x