Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 07:18 WIB

Lestarikan Budaya Lewat Pagelaran Wayang Summit

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Sabtu, 24 November 2012 | 10:15 WIB
Lestarikan Budaya Lewat Pagelaran Wayang Summit
inilah.com/Dahlia Krisnamurti
facebook twitter

INILAH.COM,Jakarta - Melestarikan budaya bangsa, dapat melalui berbagai macam acara yang bersifat edukatif dengan penambahan unsur hiburan, seperti halnya kesenian wayang.

Berlatar belakang itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar perhelatan besar dalam dunia pewayangan bertajuk Wayang Summit 2012, yang menjadi ajang pertemuan dalang dan pecinta wayang di seluruh dunia.

Wayang Summit 2012 akan diselenggarakan pada 24-25 November 2012 di Monumen Nasional, Jakarta. Acara yang baru pertama kali diadakan ini bertujuan membangkitkan kembali dunia perwayangan di Indonesia. Ajang inipun digunakan untuk mendekatkan wayang kepada generasi muda.

"Perkembangan wayang di Indonesia maupun di dunia terjadi begitu pesat, dibutuhkan berbagai upaya untuk terus mempertahankannya, salah satunya dengan acara Wayang Summit 2012 ini," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Prof Wiendu Nuryanti, Phd, dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Sabtu (24/11).

Wiendu mengatakan, kegiatan Wayang Summit 2012 yang bertema 'Merajut Kerjasama Kebudayaan Dunia Melalui Wayang' ini digagas untuk membangun aset networking atau kerjasama budaya melalui Wayang, Gamelan dan Keris serta menggagas kesamaan visi dan strategi dalam melestarikan warisan budaya dunia wayang sebagai sarana memperkuat identitas dan kerjasama visi antar negara.

Lebih jauh dijelaskan, wayang merupakan karya seni yang luar biasa, memiliki fungsi, gaya tutur serta keunikan masing-masing dalam mendidik, menyampaikan nilai-nilai keindahan serta pesan moral kepada masyarakat, sehingga wayang dijadikan sebagai salah satu warisan dunia.

Menurut Wiendu, sudah selayaknya jika masyarakat Indonesia, melestarikan dan mendalami seni budaya wayang. Apalagi, wayang sudah diakui UNESCO sebagai seni budaya yang berasal dari Indonesia.

Wiendu mengungkapkan, Malaysia saja sekarang gencar mengajarkan seni budaya wayang ke generasi mudanya. Hampir di setiap sekolah, murid-murid di sana diperkenalkan dengan seni budaya wayang.

Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia, sebagai pemilik seni budaya wayang harus mampu membuktikan, bahwa tradisi wayang masih mengakar di masyarakat.

"Pemerintah pun berupaya terus dengan menggelar berbagai kegiatan, dengan maksud menumbuhkembangkan kecintaan terhadap seni budaya wayang. Direncanakan pada tanggal 24-25 November 2012 akan digelar Wayang Summit di Monumen Nasional (Monas). Di sana akan dibangun lima panggung, pesertanya melibatkan dalang dari berbagai negara," tutur Wiendu.

Wiendu menambahkan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaanjuga akan mengerahkan 100 pamong budaya ke beberapa daerah. Selama satu tahun mereka akan mengunjungi sejumlah sekolah. Tagertnya memberi pelajaran tentang budaya Indonesia, termasuk wayang kepada para pelajar.

Sementara dalang Gaura Mancacaritadipura dari Australia mengatakan, semua peserta yang akan tampil di Wayang Summit akan mementaskan bermacam macam cerita. Bahkan peserta dari Afrika tidak mau kalah karena akan membuktikan kesukaan mereka terhadap seni budaya wayang.

Selain Wayang Nusantara, terdapat dua agenda penting kebudayaan yang akan dilakukan pada pembukaan Wayang Summit 2012. Akan ada penyerahan penghargaan kepada para pemerhati wayang yang telah berkecimpung lama dalam dunia pewayangan. Ada pula acara pelepasan para Pamong Budaya yang akan ditempatkan di beberapa daerah terpencil di Indonesia.

Perhelatan ini juga menggelar workshop wayang yang akan mempertemukan seniman dan pakar wayang dari Kanada, Kroasia, Prancis, India, Iran, China, dan Indonesia. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 November 2012.

Hadir seniman dan pakar wayang dari Asosiasi Wayang Internasional (UNIMA), Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), dan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia(SENA WANGI), serta Asosiasi Wayang Asean (APA).

Tak kalah menarik, ada lomba mewarnai wayang bagi anak-anak untuk memperebutkan hadiah total Rp10 juta. [mor]

Komentar

x