Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 06:43 WIB

'Hutan' Trembesi Sepanjang Pantura Kurangi Polusi

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 26 Oktober 2012 | 06:30 WIB
'Hutan' Trembesi Sepanjang Pantura Kurangi Polusi
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM,Jakarta - Penanaman pohon trembesi di sepanjang jalur pantura merupakan salah satu alternatif solusi paling efektif untuk mengatasi beban lingkungan atau polusi udara.

Hal inilah rupanya yang menggerakan Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui program "Djarum Trees for Life" (DTFL) untuk melakukan penghijauan dengan penanaman pohon trembesi sepanjang 1.350 kilometer jalur Pantura hingga 2015.

Trembesi (Samanea saman) atau pohon hujan dipilih sebagai pohon penghijauan ini karena dinilai mampu menyerap gas CO2 dalam skala besar. Dari sebuah trembesi berdiameter tajuk 15 meter, terserap gas karbon dioksida sebanyak 28,5 ton setiap tahun.

"Pantura menjadi jalur utama bagi pengendara antarkota di Jawa. Pada musim mudik, misalnya, jalur ini pasti dipadati motor dan mobil dan jumlahnya akan terus bertambah pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, penanaman ini kami harapakan mampu menjadikan kawasan ini lebih teduh dan juga menyerap satu juta ton gas CO2 setiap tahun," ujar Vice President Director Djarum Foundation, Agus S Wibawa, di Kecipir, Brebes, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Agus menjelaskan, sampai akhir 2012, total pohon trembesi yang ditanam di sepanjang 268 kilometer jalur pantura dari Kudus-Losari, Jawa Tengah, mencapai 8.012 pohon.

Tahun depan program ini akan dilanjutkan mulai dari Losari sampai Merak atau menuju Jawa Barat dan pada 2014 pada turus jalan Kudus hingga Surabaya dan berakhir tahun 2015 nanti di jalur Surabaya-Banyuwangi.

"Program ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga termasuk perawatan selama tiga tahun. Trembesi yang telah ditanam saat ini diklaim mencapai 36.357 pohon di sepanjang 1.350 kilometer pantura," jelas Agus.

Menurutnya, trembesi-trembesi ini bukan hanya ditanam, tapi nantinya juga akan dirawat dengan baik karena trembesi ini mampu menyerap 685 juta kg gas CO2 tiap tahunnya.

"Kalau ditanam bersama-sama, ini tentunya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dalam upaya mengurangi pemanasan global," ungkapnya. [mor]

Komentar

x