Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 17:29 WIB

Jangan Sepelekan Batuk Si Pemicu Kanker!

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 14 September 2012 | 22:15 WIB
Jangan Sepelekan Batuk Si Pemicu Kanker!
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Batuk rejan dan berkepanjangan disertai tenggorokan gatal cenderung dianggap sepele dengan minum obat 'warung' tanpa takaran yang jelas dan hanya mengedepankan sensasi instan di tenggorokan.

Namun kondisi seperti ini ternyata sangat berbahaya. Pasalnya batuk rejan bisa menjadi gejala awal timbulnya penyakit kanker yang sulit disembuhkan.

Kanker paru-paru membutuhkan waktu lama untuk memunculkan gejala-gejala kronis dan parah. Oleh karena itu, penting bagi seseorang mengetahui gejala awal kanker paru yang berbeda-beda untuk mengenali pengobatan dini dan tepat terhadap penyakit ini.

Semua tanda dan gejala yang muncul pada kasus kanker stadium awal harus diperhatikan dalam waktu singkat sehingga pengobatan dapat diberikan sekaligus. Setelah adanya tanda-tanda dan gejala, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter Anda.

"Sama seperti penyakit kanker lainnya, kanker yang menyerang paru-paru jika semakin cepat ditangani pada stadium awal, kemungkinan sembuh semakin besar. Tapi masalahnya, deteksi dini agak susah pada kanker paru-paru," tutur dr Ari Fahrial Syam, SpPD, spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo saat dihubungi INILAH.COM, baru-baru ini.

Ari menjelaskan, deteksi dini adalah suatu proses yang dilaksanakan bertahun-tahun untuk menemukan penyakit. Untuk kanker paru-paru, tidak memiliki gejala saat didiagnosis dan kanker ditemukan secara kebetulan ketika melakukan rontgen dada atau CT scan untuk pemeriksaan lain.

Menurut laporan statistik, kanker paru-paru menempati urutan pertama dalam hal tingkat kematian mayoritas baik untuk laki-laki atau perempuan.

Inilah salah satu alasan utama mengapa praktisi medis dan orang yang terlibat dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat berkeinginan untuk mengurangi terjadinya penyakit ini dengan memanipulasi lingkungan. Biasanya, kanker menjadi jelas saat seseorang menginjak usia 40-70.

Saat sel-sel kanker menjadi ganas, maka disebut sebagai kanker paru-paru dalam tahap primer. Jika seseorang terserang kanker paru-paru dan ia bukan perokok dan juga tidak terkena bahan kimia dalam jangka panjang serta iritasi paru-paru, maka kanker itu mungkin berasal dari beberapa tempat lain di dalam tubuh.

Ini berarti bahwa selain lokasi lain yang terkena, kanker juga mencapai paru-paru yang dikenal sebagai metastasis.

Penyebaran kanker itu di paru-paru umumnya berasal dari tulang, perut, kelenjar getah bening, payudara, ginjal, kulit, usus besar, leher rahim dan bahkan testis.

Kendati demikian, terdapat beberapa gejala awal yang patut diwaspadai sebagai awal mula kanker paru-paru. Apa saja?

Batuk tak kunjung sembuh

Batuk hingga berminggu-minggu, itu patut curiga. Tiga minggu tak sembuh, segera periksa ke dokter. Tapi bukan lantas itu kanker paru, bisa jadi infeksi dan alergi. Karenanya, harus segera diperiksa agar segera ditangani.

Batuk darah

Prinsipnya, batuk dalam jangka waktu cukup lama, apalagi disertai darah, harus segera periksa lengkap. Batuk darah, walaupun darahnya sedikit, itu pertanda serius.

Sakit dada

Jika dada terasa sakit tanpa penyebab yang jelas, itu juga bisa menjadi gejala.

Berat badan merosot

Begitupun jika Anda merasa berat badan turun, padahal sedang tidak diet, tidak melakukan usaha-usaha menurunkan berat badan.

Nyeri pada tulang

Gejala lain juga jika terasa nyeri pada tulang. Kanker paru menekan saraf sehingga terasa nyeri tanpa sebab yang jelas, itu juga di waspadai.

Sakit nafas

Ketika nafas sakit, begitu sulit, istilahnya bengek seperti orang asma, itu juga salah satu pertanda.

Semua tanda-tanda tersebut harus diperiksa ke dokter. Bila Anda jelas perokok aktif, nyeri dada, batuk-batuk terus, apalagi disertai darah, itu kemungkinan besar gejala kanker paru-paru karena lebih dari satu atau dua tanda. [berbagai sumber/mor]

Komentar

Embed Widget
x