Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 12:44 WIB

Si Kecil Kerap Mimpi Buruk? Ini Solusinya..

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Jumat, 14 September 2012 | 14:15 WIB
Si Kecil Kerap Mimpi Buruk? Ini Solusinya..
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Secara psikologis, mimpi buruk yang terjadi pada anak-anak sangat erat kaitannya dengan pola pikir mulai berkembang, yang interaksinya dengan lingkungan pun semakin luas.

Dampaknya hal yang terereksplorasi selama seharian dapat larut dalam mimpi. Namun bukan bukan mimpi indah yang didapat, tapi malah mimpi buruk yang datang.

Berdasarkan penelitian, mimpi buruk yang sering dialami anak usia batita disebut night terror. Kejadiannya di awal-awal jam tidur, setidaknya satu jam begitu ia terlelap.

Ketika mengalami mimpi buruk, si kecil bisa sampai terbangun, sambil berteriak dan menjerit. Dia tampak panik, ketakutan, berkeringat, serta detak jantungnya cepat. Mungkin dia juga memanggil-manggil ibu atau ayahnya.

Rasa takut dan kepanikannya bisa reda bila kita segera menenangkannya. Selanjutnya, si kecil biasanya dapat kembali tidur, asalkan kita menemaninya terlebih dahulu. Umumnya, setelah bangun tidur dia pun akan lupa dengan mimpi buruknya itu.

Keseringan mimpi buruk tentu tak baik. Si kecil jadi tak cukup tidur dan aktivitas kesehariannya pun bisa terganggu. Ketidakbugaran dapat merembet pada persoalan sulit makan, sering cemas, dan takut tidur sendirian,

Nah, selain memberikan rasa tenang kepada si kecil, berikut beberapa cara lain yang bisa mengatasi anak dari berbagai mimpi buruk. Apa saja?

Ajak bicara

Anak usia batita akhir biasanya mau menceritakan kejadian dalam mimpinya meskipun sepotong-sepotong. Tidak mengapa, yang penting ajak bicara dan bercerita tentang apa yang dialaminya agar ia tak tegang lagi.

Jangan panik

Bila kita ikut panik, justru si kecil makin merasa takut. Mimpi buruk masih terbilang wajar dan tak perlu terlalu dicemaskan. Dekap terus anak sampai ia tertidur lagi. Beri tahu, tak ada yang perlu ditakuti karena ibu atau ayah akan menemani sampai ia tertidur.

Tak perlu mengungkit

Biasanya anak cepat lupa pada mimpi buruk yang pernah dialaminya. Mimpi ini tak perlu diungkit-ungkit lagi karena justru bisa membangkitkan pengalaman buruknya dan memunculkan rasa takut.

Berikan banyak penjelasan

Setelah si kecil menceritakan mimpi buruknya, jelaskan dengan bahasa yang bisa dimengertinya, bahwa mimpi itu bukan kenyataan dan jika sudah merasa tenang ajaklah si kecil tidur kembali. [berbagai sumber/mor]

Komentar

x