Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 22:57 WIB

Mantan Kekasih Tak Perlu Diundang ke Pernikahan!

Oleh : Santi Andriani | Minggu, 29 Juli 2012 | 11:18 WIB
Mantan Kekasih Tak Perlu Diundang ke Pernikahan!
foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Mengundang mantan kekasih ke pernikahan Anda ternyata bukan keputasan tepat. Meski Anda ingin seseorang yang pernah Anda kasihi menjadi saksi kebahagiaan Anda atau sebenarnya Anda bermaksud memamerkan 'kemenangan' Anda?

Memang tidak mudah benar-benar melupakan masa lalu yang mungkin penuh kenangan manis bersama mantan kekasih. Namun mengundangnya dalam pernikahan Anda dengan pasangan yang sekarang bisa dianggap Anda ingin kembali melibatkannya dalam masa depan Anda yang baru.

Berikut adalah lima alasan mengapa mantan tidak harus menjadi bagian dari daftar tamu pernikahan Anda, seperti dilansir dari time of india.

Mantan tidak akan pernah benar-benar menjadi teman

Meskipun seorang pasangan yang sudah putus berkali-kali mengatakan bahwa mereka masih tetap bisa menjadi teman bahkan teman baik, nyatanya itu tak benar-benar bisa diaplikasikan. Terkadang keinginan itu hanya kedok bahwa sebenarnya mereka tetap ingin menjalin hubungan, meski dibungkus dalam keadaan beda.

Pada catatan serius, banjir emosi dan kenangan indah dari momen spesial masih tertinggal dan ini tetap bisa mengambil alih pikiran meski sekarang menikah dengan orang lain.

Atau sebaliknya, perpisahan yang berakhir karena hubungan yang tidak baik seperti perselingkungan atau pengkhianatan terkadang masih menyisakan kekesalan dan bahkan dendam.

Psikolog dan terapis Dr Gitanjali Kumar membantu kita memahami interaksi kompleks dari emosi manusia. "Untuk membayangkan bahwa yang ideal adalah bisa tetap berteman setelah berakhirnya hubungan karena kedengkian, sering tidak bisa diraih. Kecenderungan kemampuan untuk memaafkan dan melupakan kesalahan masa lalu pada masing-masing orang berbeda dan tidak dapat dipaksakan bahwa semua pribadi bisa mengatakan 'semuanya baik-baik'," katanya.

Masa lalu selalu sedih

Melihat Anda berjalan ke altar atau saling mengucapkan akad pernikahan dengan pasangan sekarang, bagaimanapun bisa membuat mantan Anda dalam rasa kesedihan, penolakan atau mungkin penghinaan.

Apalagi jika ternyata Anda bersama mantan banyak memiliki kenangan manis, dan mungkin Anda tahu, saat ini mantan misalnya belum memiliki pasangan pengganti Anda.

Menyaksikan mantan menikah seringkali melambangkan rugi sendiri dan membuat dia terlihat seperti orang bodoh Dia khawatir bahwa ia mungkin menunjukkan sisi rentan nya dan bahkan mengarah ke penghinaan sendiri.

Saya tahu bagaimana untuk meneruskan hidup tanpa Anda di sisiku

Kemarahan dan dendam adalah emosi yang sangat kuat bermain di sini. Anda ingin membuktikan kepada mantan Anda, Anda telah sukses meneruskan hidup Anda pasca perpisahan dan bahkan menemukan pasangan yang lebih baik dari mantan.

Ketika ditanya apakah ia akan mengundang mantan suaminya ke pernikahan barunya, Bangalore Surabhi, seorang profesional di bidang media berkata, "Mengapa tidak, ia harus berada di sana untuk melihat kalau dia adalah pecundang dan bahwa saya akan bahagia dengan pasangan yang lebih baik darinya."

Undangan dengan motif ini bukan penanda kedewasaan. Dr Gitanjali menyalahkan, "Media dan opera sabun bertanggung jawab untuk pembibitan budaya balas dendam, agresi dan intoleransi di kalangan pemuda," katanya.

Jauhkan saya dari ejekan dan simpati

Bayangkan Anda adalah mantan kekasih dan berpikir, saya hampir menikah dengan seseorang yang saya cintai, tapi nasib punya rencana lain. Dan kini Anda diundang oleh mantan dalam pernikahannya dengan orang lain

Berbagi pengalaman, Nitya Sharma, pegawai di perusahaan PR, itu sama saja mimpi buruk, "Kami sudah menetapkan tanggal pernikahan kami namun harus dibatalkan," Kemudian dia mendengar mantannya akan menikah dan dia diundang.

"Saya pasti tidak bisa menghadapi orang yang sama yang pernah datang ke upacara pertunangan saya dan mendamaikan diri untuk menjadi salah satu tamu, padahal saya pernah bisa menjadi pengantin wanita," katanya.

Dia menambahkan dengan marah, "Harga diri dan martabat tampaknya lebih penting dari hubungan bersahabat dengan mantan," ujarnya.

Kamu berselingkuh!

Mungkin hubungan Anda dengan mantan berakhir dengan tuduhan Anda berselingkuh, dan kini Anda mengundangnya dalam pernikahan Anda. Ini akan semakin membenarkan tuduhan kepada Anda sebelumnya, bahwa Anda menghianatinya.

Sosiolog Reeta Brara memperingatkan terhadap usulan itu dan berkata, "Jika sejarah hubungan sebelumnya telah pahit, maka tidak ada gunanya menelepon seseorang ke pesta pernikahan yang akan mengingatkan Anda tentang masa lalu yang sengit. Dan jika telah terjadi masalah komitmen dan tuduhan perselingkuhan kemudian mengundang mantan, itu sama saja mengundang masalah," tambahnya.

Yang terpenting adalah ebih baik untuk melupakan masa lalu dan berharap untuk masa depan yang baru yang gemilang. [mor]

Komentar

Embed Widget
x