Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:05 WIB

Manula Harus Tetap Dipenuhi Kebutuhan Seksnya?

Oleh : Santi Andriani | Rabu, 27 Juni 2012 | 19:25 WIB
Manula Harus Tetap Dipenuhi Kebutuhan Seksnya?
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penghuni panti jompo atau orang lanjut usia dinilai harus tetap diperhatikan kebutuhan seksualitasnya selama masih bisa melakukan.

Penelitian menunjukkan bahwa keintiman fisik dan ekspresi seksualitas adalah hal yang 'normal dan sehat' dan bagian dari proses penuaan.

Para ahli dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Etika Medis, pasien lanjut usia yang menderita penurunan daya ingat harus tetap diizinkan berpartisipasi dalam kegiatan seks.

Seperti dikutip dari dailymail, mereka menyayangkan bahwa manajemen rumah jompo sering mengabaikan adanya pemenuhan kebutuhan itu dengan alasan demi keselamatan dan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan para manula. Padahal ini bisa dianggap menyangkal hak asasi manusia terhadap kebutuhan biologis mereka.

"Bahwa seksualitas dan keintiman tetap penting di kemudian hari dan adalah bagian penting untuk kesehatan individu dan kesejahteraan, kurangnya perhatian yang diberikan oleh fasilitas panti jompo untuk kebutuhan seksual," seperti ditulis dalam laporan.

Para peneliti mengatakan, orang tua, termasuk mereka yang menderita demensia, harus tetap memiliki hak memilih apakah mereka masih ingin berpartisipasi dalam hubungan seksual.

"Melindungi individu dengan penyakit demensia dengan membiarkan mereka tidak mengekspresikan kebutuhan seksual mereka, sehingga menyesakkan otonomi kepribadian mereka adalah kegagalan yang jauh lebih besar dari tugas perawatan," tambahnya.

Para penulis dari Pusat Australia untuk Perawatan Berdasarkan Usia menunjukkan bahwa rumah perawatan jompo harus mempertimbangkan melaksanakan kebijakan formal ini. [mor]

Komentar

Embed Widget
x