Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:41 WIB

Liburan Senang, Penyakit Meradang

Oleh : Dahlia Krisnamurti | Sabtu, 23 Juni 2012 | 21:09 WIB
Liburan Senang, Penyakit Meradang
foto:ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Saat liburan yang seharusnya menyenangkan bisa jadi menyusahkan karena tiba-tiba Anda jatuh sakit.

Sebenarnya, tubuh selalu memberi sinyal atas kondisi kesehatannya. Tapi, tak jarang sinyal-sinyal itu terabaikan karena tak ingin liburan terganggu.

Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan dua faktor utama terjadinya sakit setelah atau saat liburan adalah kelelahan dan konsumsi makanan yang berlebihan.

"Padahal ini sebenarnya sangat bisa dicegah oleh kita," kata Ari.

Ari menjelaskan, dapat dipastikan bahwa kegiatan berlibur akan bersinggungan langsung dengan hal-hal yang bisa mengubah kondisi fisik Anda (dan keluarga).

"Penyakit saat liburan yang paling banyak muncul ya gangguan pencernaan, seperti diare, muntah-muntah, thyfoid atau tipus. Biasanya kita kan banyak makan, jajan sana sini yang mungkin tidak bersih. Flu juga mungkin terjadi karena bertemu dengan lingkungan baru dan kelelahan akibat banyaknya aktivitas sehingga stamina drop," jelas Ari.

Pasien dengan diare datang setelah menkonsumsi makanan tertentu. Selain faktor kebersihan makanan kita juga harus memperhatikan kualitas dari makanan yang akan dikonsumsi. Makanan yang bisa mencetuskan terjadinya diare antara lain makanan yang mengandung sea food atau makanan pedas.

"Sea food umumnya disimpan dalam ice box atau kulkas. Masalah timbul jika sea food tidak tersimpan dalam kondisi dingin atau beku, karena bisa menyebabkan produk menjadi rusak," ujar Ari. Diare terjadi biasanya dalam waktu 6-8 jam setelah mengonsumsi sea food.

Nah, berikut beberapa penyakit yang banyak mengintai Anda saat liburan.

Diare

Kasus diare dianggap sepele oleh sebagian orang, namun hal itu bisa menjadi masalah serius.

Diare bagi para traveler dikenal dengan nama turista. Diare sering terjadi ketika bakteri asing memasuki saluran pencernaan Anda, biasanya karena makan makanan atau minum minuman yang terkontaminasi.

Cara terbaik mencegahnya adalah berhati-hati terhadap makanan dan minuman selama dalam perjalanan.

Flu dan gatal-gatal

Alergi bisa terjadi, meskipun Anda tidak memiliki riwayat alergi sebelumnya. Sumbernya bukan hanya makanan, tapi juga bisa dari udara dingin, cuaca terlalu panas, atau debu.

Masuk angin

Sebagian orang sering mengalami masuk angin saat liburan. Hal ini karena udara terlalu dingin jika berliburnya ke daerah pegunungan, atau karena terlambat makan, kurang tidur, dan kecapekan.

Gangguan pencernaan

Saat liburan jenis penyakit gangguan pencernaan seperti maag juga rawan kambuh. Ini terjadi kalau telat makan, atau makanannya tidak cocok. Kalau liburan kan lebih sering nyari-nyari makanan, sehingga kelamaan mencari makanan, jadwal makan jadi telat. Dan belum tentu makanan yang dikonsumsi cocok dengan kondisi perut Anda.

Altitudes sickness

Penyakit ketinggian (altitudes sickness) umumnya disebabkan oleh udara kering, oksigen yang berkurang, dan tekanan barometrik yang rendah pada saat Anda terbang atau berjalan ke tingkat ketinggian yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Akibatnya, Anda bisa saja mengalami masalah seperti sakit kepala, dehidrasi, atau sesak napas.

Pencegahan terbaik untuk masalah ketinggian adalah secara bertahap meningkatkan level ketinggian Anda setiap hari agar terbiasa dengan kondisi itu. Jika hal itu tidak mungkin dilakukan, gunakan obat acetazolamide. [mor]

Komentar

x