Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:28 WIB
 
Hide Ads

Hotel di Singapura Bakal Semakin Mahal

Oleh : Bachtiar Abdullah | Selasa, 8 Mei 2012 | 21:08 WIB
Hotel di Singapura Bakal Semakin Mahal
ist

INILAH.COM, Singapura - Singapura tak pernah berhenti membangun. Negara kota ini memang dituntut untuk kreatif menciptakan segala wahana yang membuat para turis dan saudagar kerasan selama berada di sana.

Setelah bermacam konser musik digelar di Esplanade dan menyedot banyak penonton kini mulai bergeser ke Indonesia, Singapura menggelar balap mobil F-1 di dalam kota, pameran dirgantara Singapore Air Show, serta membangun kompleks perjudian Marina Bay Sands yang termasyhur itu.

Pada Februari kemarin, digelar Singapore Air Show, kontan para pelancong menjejali hotel-hotel Singapura. Koran Singapura The Straits Times kemarin (7/5) melaporkan tarif hotel selama gelaran Air Show yang berlangsung enam hari itu, telah terkerek naik mencapai rata-rata S$273,70 per malam. Tarif ini adalah rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pada pertengahan 1990-an, tarif kamar Mandarin Hotel yang berdampingan dengan superblock Takashimaya, di Jalan Orchard, hanya dikutip S$180 per malam. Kini tarifnya hampir dua kali lipat. Sebungkus rokok pada paruh kedua dekade 90-an "hanya" S$6,5 kini melejit menjadi S$10,5.

Saat balapan F-1 digelar di Singapura pasti orang berjejal menonton balap mobil di dalam negara kota ini dan hotel-hotel dipastikan penuh. Tapi yang paling digemari orang adalah Marina Bay Sands (MBS) yang milik operator judi Las Vegas Sands.

CEO MBS Sheldon Andelson kaget melihat kinerja keuangan kuartal pertama tahun ini yang demikian mengesankan. Laba operasional MBS pada kuartal pertama tahun ini naik 66 persen atau sekitar S$593,4 juta (sekitar US$472,5 juta).

Ketika baru dibuka dua tahun silam menginap di MBS cuma perlu konfirmasi lewat telepon, sekarang bahkan para member pun harus melakukanm reservasi satu setengah bulan sebelumnya.

Seorang pengusaha Indonesia yang menjadi member di MBS, mengkonfirmasi sistem reservasi seperti itu. "Bahkan empat jam sebelum masuk hotel, kita harus rekonfirmasi. Butuh tiga jam lagi untuk masuk hotel," ujar pemasok alat-alat industri minyak dan gas yang enggan disebut namanya.

Hotel MBS senantiasa penuh meskipun sudah menyediakan 2.500 kamar. Akibatnya banyak orang yang terpaksa menginap di hotel-hotel lain di Singapura. Toh pergi ke mana suka di Singapura sangat mudah, karena jarak serba dekat dan ada alternatif moda transpor MRT.

"Tarif Hotel di Singapura akan terus menanjak dan tarif S$270 menjadi tarif standar hotel bintang empat," ujar Robert Khoo, eksekutif top asosiasi agen perjalanan Singapura seperti dikutip The Straits Times.

Para pengamat industri perhotelan Singapura mengatakan, kini permintaan hotel-hotel kecil dan kelas butik yang cantik makin mengemuka dan mungkin pemerintah Singapura diminta melepas tanah-tanah yang dikuasainya. Tanah di Singapura semuanya dikuasai pemerintah, dan masyarakat boleh menyewanya selama 100 tahun. [mdr]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x