Jumat, 18 April 2014 | 07:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kisah Terakhir dari Titanic
Headline
Millvina Dean - istimewa
Oleh: Zulfirman
gayahidup - Sabtu, 18 Oktober 2008 | 15:01 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, London Satu-satunya saksi hidup tenggelamnya kapal Titanic hidup dibelit kesulitan. Dia terpaksa menjual tanda mata yang berharga. Kalau tidak, tak ada yang bisa membayar biaya perawatannya di rumah. Kisah tragis Millvina Dean.
Dia bukan Rose DeWitt Bukater, gadis cantik yang jadi rebutan Caledon Nathan Hockley dan Jack Dawson. Dia bahkan tak melihat tokoh fiktif ciptaan James Cameron dalam film kolosal Titanic yang hingga kini masih bertahan sebagai yang terbanyak ditonton itu.
Dia, Millvina Dean, baru berusia dua bulan, ketika 'kapal angkuh' dari Dublin itu menabrak es dan tenggelam di Samudera Atlantik pada April 1912. Dia selamat dan bersama Rose DeWitt Bukater jikapun figur fiktif itu ada, diangkut kapal Carpathia ke New York.
Kini, dalam usia 96 tahun, Dean, satu-satunya korban tenggelamnya Titanic yang masih hidup, kian tak berdaya. Dia terpaksa menjual barang-barang bersejarahnya, agar punya uang membayar biaya perawatan di hari tuanya.
Barang-barang bersejarah? Begitu sampai di New York, Dean, abangnya yang berusia 2 tahun, dan ibunya, tak memiliki apa-apa, kecuali pakaian lecek yang melekat di badan. Sebelum kembali ke Inggris, mereka mendapat sumbangan sekoper kecil pakaian. Sumbangan itu diberikan warga New York untuk membantu para korban membangun kembali kehidupannya.
Kini, koper tua itu pun bakal lepas dari kehidupan Dean. Juga barang-barang kenangan lain yang tersisa dari tragedi itu. Dean akan melelang memorabilia Titanic itu di Devizes, sebelah barat Inggris, Sabtu (18/10) ini. Dia berharap barang-barang bersejarah itu bisa laku US$ 5.200.
Di antara barang-barang itu antara lain cetakan aneh Titanic dan surat dari Titanic Relief Fund yang menawarkan kompensasi 1 pound, 7 shilling, 6 pence, setiap minggu untuk ibunya. Tapi, kunci dari lelang itu, menurut pelelang Andrew Aldridge, adalah kopernya. "Ada sejarah yang terbawa dari koper ini," katanya.
Dean sendiri tinggal di Woodlands Ridge, di sebuah rumah perawatan swasta di sebelah selatan Southampton, pelabuhan tempat Titanic beranjak. Di sini pula, dalam fiksi Cameron, Jack Dawson memenangkan taruhan untuk mendapatkan tiket menuju negeri impian, Amerika, bersama Titanic.
"Saya tak bisa tinggal di rumah saya lagi. Saya terpaksa menjual semuanya sekarang karena harus membayar rumah perawatan. Saya akan menjual apa saja yang saya kira bisa mendapatkan uang," tutur Dean.
Rumah jompo itu bertarif antara US$ 1.000 hingga 1.500 sepekan, tergantung level perawatan yang dibutuhkan penghuninya. Juru bicara Woodlands Ridge menolak membicarakan situasi Dean saat ini.
Pemerintah Inggris sebenarnya menyediakan sistem perawatan kesehatan gratis. Tapi, sejumlah perusahaan swasta menawarkan layanan lebih komprehensif, tentu dengan sejumlah bayaran. Rumah perawatan pemerintah lebih spartan, kamar bersama dan tak punya fasilitas televisi.
Dean, lengkapnya Elizabeth Gladys Dean, dan keluarganya termasuk penumpang yang hendak beremigrasi ke Kansas City, bersama Titanic, 96 tahun lalu itu. Empat hari setelah meninggalkan Southampton, tepatnya pada malam 14 April 1912, Titanic menghantam es dan karam. Peristiwa ini membungkam kepongahan pembuat kapal yang menyebutkan tak mungkin tenggelam. Karena pongah itu pulalah, Titanic tak memiliki cukup sekoci untuk 2.200 penumpang dan kru.
Dean, ibunya Georgetta, dan abangnya Bertram Jr, termasuk di antara 706 rata-rata wanita dan anak-anakyang diselamatkan kapal Carpathia. Ayahnya, Bertramd Dean, tewas bersama lebih dari 1.500 penumpang lainnya.
Dean sendiri baru tahu tragedi itu setelah berusia delapan tahun. Saat itu, ibunya hendak menikah lagi. Kepada Dean, Georgetta bercerita tentang ayahnya yang meninggal.
"Saya tak ingin mengingatnya lagi," katanya, 11 tahun lalu. Dean menyatakan dirinya menyaksikan film tentang Titanic, A Night to Remember, bersama para korban lainnya pada 1958. Dia begitu kecewa dan memutuskan tak ingin menyaksikan film apapun lagi terkait tragedi itu, termasuk Titanic yang melambungkan Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet.
Dean kini jadi satu-satunya penumpan Titanic yang masih hidup. Sebelumnya, Lillian Asplund, orang Amerika terakhir yang selamat, meninggal pada 2006 dalam usia 99 tahun. Warga Inggris lainnya yang selamat dan hidup lama, Barbara Joyce West Dainton, menghembuskan napas terakhir November tahun lalu dalam usia 96 tahun.
Kisah Dean menjadi satu di antara ribuan kisah menarik dari Titanic. "Lebih dari 2.200 penumpang di kapal, dari John Jacob Astor yang merupakan orang terkaya di dunia saat itu, hingga keluarga miskin dari Skandinavia yang emigrasi ke AS untuk mengawali hidup baru. Ada sekitar 2.200 cerita," ujar Aldridge. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
eira
Minggu, 12 Juni 2011 | 22:48 WIB
sungguh menarik....
Yola
Senin, 18 April 2011 | 08:39 WIB
menarik & berguna ....
haje
Kamis, 20 Januari 2011 | 11:24 WIB
good.... i like....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER