Senin, 1 September 2014 | 14:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
90% Putri tidak Sadar Kontrasepsi
Remaja Butuh Seks!
Headline
IST
Oleh: Arief Bayuaji
gayahidup - Sabtu, 1 Mei 2010 | 19:09 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Seks ternyata bukan hanya menjadi kebutuhan bagi pria dan perempuan dewasa. Namun, remaja banyak juga membutuhkannya. Amankah untuk remaja?

Institusi kontrasepsi Worth Inggris, baru-baru ini tengah sibuk menjalankan kampanye baru dari Departemen Kesehatan dan Departemen untuk Anak, Sekolah dan keluarga. Mereka siap membantu kaum muda membuat pilihan lebih dengan memberikan banyak informasi tentang kontrasepsi, memelihara kesehatan seksual, dan menghindari kehamilan di luar nikah yang tak diinginkan.

Mengutip situs femalefirst, kampanye ini bertujuan mempromosikan diskusi yang sangat terbuka dan jujur tentang seks, hubungan 'ML', kontrasepsi dan hal terkait antara anak muda, orang tua mereka dan para profesional kesehatan.

Diskusi itu sudah sepantasnya bergulir karena hasil penelitian menunjukkan masih kurangnya pengetahuan, informasi yang keliru, serta sikap-sikap buruk dan komunikasi yang menghambat perilaku seksual yang lebih aman.
Fokus untuk remaja dan anak muda, bantuan pengetahuan dan pemahaman bertujuan untuk menolak tekanan teman sebaya dalam melakukan hubungan seks bebas, sebelum mereka siap.

Bicara soal kesiapan, 90% perempuan belum menyadari bahwa mereka memiliki pilihan kontrasepsi begitu banyak, jika ingin melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya.
Ada 15 metode bagi perempuan untuk memilih sesuai ketergantung dan kebutuhan mereka. Semuanya demi kebaikan, kenyamanan dan gaya hidup.

Lebih dari itu, perempuan mendapatkan saran dari banyak teman soal mengeksplorasi metode apa yang sesuai untuk digunakan? Agar hasilnya lebih maksimal, perempuan juga bisa berbagi dan bertanya dengan dokter pribadi.

Keterbukaan itu terjadi di Inggris. Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Menurut para pakar pendidikan seksual, apa yang terjadi Indonesia, sampai sejauh ini masih dalam batas kewajaran. Sampai sejauh ini tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.

Tujuannya agar seks tak terasa menjijikan dan kotor. Tetapi lebih sebagai takdir bawaan manusia, yang merupakan anugrah Tuhan dengan fungsi pentingnya, reproduksi kehidupan manusia. Lalu juga supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk kebaikan dan pada waktu yang tertentu saja.

Para ahli berpendapat bahwa pendidik seks yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri. Maklum dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi sangat membutuhkan keakraban, terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Itu akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya. Atau sefleksibel mungkin.

Sekadar mengingatkan, dalam melakukannya jangan menunggu sampai anak bertanya mengenai seks. Lakukanlah sesuai rencana, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak. Biasanya menjelang remaja dimana proses kematangan baik fisik, maupun mentalnya mulai timbul dan berkembang ke arah kedewasaan. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
dyky setiawan
Jumat, 30 Desember 2011 | 15:09 WIB
yaah.. menurut saya seks itu adalah kenikmatan saya juga suka seks,
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER