Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:29 WIB
 

Waktu Tidur Berkaitan Konsumsi Makanan Sehat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 12 Januari 2018 | 20:00 WIB
Waktu Tidur Berkaitan Konsumsi Makanan Sehat
(Foto: zeenews)

INILAHCOM, New Delhi - Apakah kurang tidur membuat Anda memilih makanan yang salah untuk dimakan? Jika Anda merasa kebiasaan makan Anda menjadi tidak sehat dan Anda tidak dapat mengikuti diet sehat, itu mungkin karena kurang tidur.

Mengutip dari zeenews, Jumat (12/01/2018), sebuah penelitian menyarankan menghabiskan satu jam ekstra di tempat tidur setiap malam untuk membantu mengurangi asupan makanan manis dan menyebabkan makanan lebih sehat. Tidur merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk berbagai kondisi termasuk obesitas dan penyakit kardio-metabolik.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, melihat dampak peningkatan jam tidur pada asupan nutrisi. Para periset dari King's College London di Inggris menemukan bahwa memperpanjang pola tidur menghasilkan pengurangan 10 gram dalam asupan gula bebas yang dilaporkan dibandingkan dengan tingkat awal.

Mereka juga melihat tren untuk mengurangi asupan karbohidrat total yang dilaporkan oleh kelompok penyegar tidur.

"Fakta bahwa memperpanjang tidur menyebabkan pengurangan asupan gula gratis menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana benar-benar dapat membantu orang untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat," kata Wendy Hall dari King's College London.

Pada 21 peserta yang dialokasikan untuk kelompok penyuluhan tidur tersebut melakukan konsultasi tidur selama 45 menit yang bertujuan untuk memperpanjang waktunya di tempat tidur hingga 1,5 jam per malam. Sebanyak 21 peserta kelompok kontrol lainnya tidak mendapat intervensi dalam pola tidur mereka.

Setiap peserta dalam kelompok penyuluhan tidur menerima daftar dengan minimal empat perilaku kebersihan tidur yang sesuai dengan gaya hidup mereka (seperti menghindari kafein sebelum tidur, mengadakan rutinitas santai dan tidak tidur terlalu kenyang atau lapar) waktu tidur.

Selama tujuh hari setelah konsultasi, peserta terus tidur dan catatan harian makanan yang diperkirakan dan sensor gerak yang dikenakan di pergelangan kaki diukur persis berapa lama peserta tidur, dan juga waktu yang dihabiskan di ranjang sebelum tertidur.

Sebanyak 86 persen dari mereka yang menerima saran tidur meningkatkan waktu yang dihabiskan di tempat tidur dan setengahnya meningkatkan durasi tidur mereka (berkisar antara 52 menit sampai hampir 90 menit). Tiga peserta mencapai rata-rata mingguan dalam tujuh sampai sembilan jam yang direkomendasikan.

Tidak ada perbedaan signifikan yang ditunjukkan pada kelompok kontrol.

"Hasil kami juga menunjukkan bahwa peningkatan waktu tidur selama satu jam atau lebih dapat menyebabkan pilihan makanan yang lebih sehat," kata Haya Al-Khatib dari King's College London.

"Ini semakin memperkuat hubungan antara tidur pendek dan diet berkualitas rendah yang telah diamati oleh penelitian sebelumnya," kata Khatib.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x