Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 05:58 WIB
 

Sup Ikan Be Sanur, Resep Tradisi Kaya Cita Rasa

Oleh : Aris Danu | Jumat, 22 Desember 2017 | 21:07 WIB
Sup Ikan Be Sanur, Resep Tradisi Kaya Cita Rasa
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Tak hanya dikenal karena keelokan wisata alam dan lautnya, namun Pulau Dewata juga menyimpan kuliner yang sudah mendarah daging, salah satunya Sup Ikan Be Sanur.

Sup ikan Be Sanur memiliki cita rasa yang khas. Bumbu rempah olahan penduduk setempat dipadu dengan kesegaran ikan yang langsung dari nelayan menjadi kunci utama kelezatan. Restoran ini terletak di kawasan Renon, Denpasar. Setelah sukses menghidangkan sup ikan selama hampir 12 tahun, Be Sanur kini membuka cabang di Jl. Siligita, No. 99 B di Nusa Dua.

Putu Andika Angga Putra, selaku pemilik cabang Nusa Dua mengatakan, bahan dasar sup ikan Be Sanur yang diolah dari nelayan pada pagi hari. Kesegaran ikan menjadi kunci utama sehingga restoran ini dikenal dengan cita rasa tinggi.

"Kami menerima bahan (ikan) dari para nelayan yang sudah lama bekerjasama. Ikan yang digunakan biasanya adalah Bawal, Barakuda dan kakap merah. Tekstur dagingnya lebih padat dan tidak mudah hancur," kata pria yang akrab disapa Andika ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/12/2017).

Sup ikan ini menurut Andika merupakan kuliner turun temurun dari resep tradisional sejak tahun 1930. Menu ini biasa disajikan bersama ikan goreng dan sambal, plus nasi putih. Cukup dengan Rp 35 ribu Anda dapat menikmati menu penuh cita rasa ini.

Sebagai pelengkap, Be Sanur juga menyuguhkan sambal untuk menemani santap menu ikan. Berbeda dengan sambal kebanyakan di Bali, sambal yang disajikan berwarna gelap lantaran campuran terasi.

Namun inilah yang membuat pengunjung ketagihan. Menikmati ikan goreng yang sudah diolesi sambal, lalu menyeruput sup kepala ikan, sensasinya sudah barang tentu luar biasa.

Be Sanur secara konsisten menyuguhkan dan mempertahakan menu dan resep tradisional yang sudah menjadi signature restoran ini.

"Menu adalah sebuah pilihan. Saya yakin ikan itu universal dan diterima berbagai kalangan, dari kelas atas sampai supir dan tukang ojek. Kami juga berprinsip, pengunjung yang datang ke Be Sanur sudah punya pilihan tanpa bingung mau makan apa saat disodorkan daftar menu," terang Andika.

Andika juga lebih suka menyebut rumah makan Be Sanur sebagai warung meski properti dan luasnya layak disebut sebagai restoran. Jika bisa diungkapkan, Be Sanur merupakan kemewahan dalam kesederhanaan.

"Jadi belum lengkap rasanya liburan ke Bali kalau belum ke Be Sanur," demikian Andika. [adc]

Komentar

 
Embed Widget

x