Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Sejak 9 Tahun Lalu, Difteri Muncul di Jawa Timur

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 21 Desember 2017 | 12:48 WIB

Berita Terkait

Sejak 9 Tahun Lalu, Difteri Muncul di Jawa Timur
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Difteri ternyata sudah muncul di Jawa Timur sejak 9 tahun lalu. Ini sangat memprihatinkan.

Penyakit ini tidak datang tiba-tiba; sudah ada lampu kuning sejak lama. Menurut Dr.dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K), Konsultan Infeksi Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, untuk mengatasi difteri dibutuhkan vaksin yang berulang. Bukan hanya dengan imunisasi dasar saja.

"Kekebalan ada masanya, sehingga harus diulang. Setelah 3 dosis imunisasi dasar saat bayi, perlu dilakukan booster di usia 18-24 bulan, 5 tahun dan 10 tahun. Setelah itu, idealnya vaksin lagi tiap tahun," papar Dr.dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K ) di acara forum Ngobras, Jakarta, baru - baru ini.

Jika dilihat dari suplay vaksin DPT secara nasional memang sangat tinggi. Namun ternyata, masih belum dimanfaatkan oleh banyak orang.
Cakupan vaksin DPT secara nasional memang tinggi.

"Namun bila dilihat per kabupaten, per kecamatan dan per kelurahan, ada kantong-kantong yang cakupannya sangat rendah," tegasnya.

Untuk dewasa, bisa mendapat vaksin Td (tetanus-difteri) di sector swasta. Vaksin juga bisa diberikan pada ibu hamil. Yang pasti, kampanye soal vaksin harus diulang-ulang terus.

Perlu diketahui, Infeksi difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Bahan vaksin difteri dibuat dari toksoid bakteri tersebut, yang akan memicu tubuh membentuk kekebalan terhadapnya. Dalam 2-3 hari, akan terbentuk pseudo-membran berwarna putih di tenggoorokan dan tonsil (amandel).

Komentar

Embed Widget
x