Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 03:00 WIB
 

Minum Manis Saat Hamil Berisiko Asma pada Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Minggu, 10 Desember 2017 | 10:37 WIB
Minum Manis Saat Hamil Berisiko Asma pada Anak
(Foto: zeenews.india)

INILAHCOM, New Delhi - Minuman manis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko asma pada anak-anak.

Mengutip dari zeenews, Minggu (10/12/2017), aetelah trimester pertama dan kedua, ibu yang berpartisipasi dalam penelitian ini menyelesaikan kuesioner tentang konsumsi makanan dan minuman, termasuk minuman soda dan buah yang biasa.

Sebuah studi menjelaskan, anak-anak antara usia 7 dan 9 mungkin berada pada risiko lebih besar terkena asma jika ibu mereka minum banyak gula-manis minuman saat hamil.

"Menghindari asupan tinggi minuman manis selama kehamilan dan anak usia dini bisa menjadi salah satu dari beberapa cara untuk mengurangi risiko asma masa kanak-kanak," kata penulis utama studi Sheryl dariamidori-ukir dari Harvard Medical School.

Studi yang dipublikasikan secara online dalam sejarah American Thoracic Society, melibatkan lebih dari 1.000 pasangan ibu dan anak di Amerika Serikat.

Setelah trimester pertama dan kedua mereka, ibu yang berpartisipasi dalam penelitian ini menyelesaikan kuesioner tentang konsumsi makanan dan minuman, termasuk minuman soda dan buah yang biasa.

Ketika anak-anak mereka mencapai usia dini (3,3 tahun), ibu menyelesaikan kuesioner yang lain untuk melaporkan apa yang dikonsumsi anak-anak mereka dari berbagai makanan dan minuman, termasuk minuman soda dan minuman buah.

Pada pertengahan masa kanak-kanak, 19 persen dari anak-anak memiliki asma.

Ibu pada Kuartil tertinggi konsumsi gula minuman manis selama kehamilan adalah 63 persen lebih mungkin daripada orang-orang pada Kuartil terendah untuk memiliki usia anak-anak dengan asma.

Para penulis mencatat bahwa studi lain telah menemukan link antara obesitas dan asma dan antara minuman gula-manis dan fruktosa tinggi asupan dan meningkatkan risiko asma.

Studi terbaru, mereka berkata, menyarankan bahwa selain meningkatkan risiko asma melalui obesitas, fruktosa itu sendiri dapat menyebabkan radang paru-paru.(tka)

Komentar

Embed Widget

x