Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 11:12 WIB

Remaja Kurang Tidur Berisiko Depresi?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 8 Desember 2017 | 09:30 WIB
Remaja Kurang Tidur Berisiko Depresi?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, New Delhi Ketika anak lebih banyak mengeluh kurang tidur, para peneliti telah memperingatkan orang tua, kurang tidur pada remaja mungkin pada peningkatan risiko mengembangkan gangguan mood, terutama depresi.

Mengutip dari zeenews, Jumat (08/12/2017), penelitian yang dipimpin oleh Peter Franz dari University of Pittsburgh di AS, menunjukkan bahwa remaja dengan kurang tidur dapat menikmati lebih mengambil risiko perilaku dan kecanduan.

Alasannya adalah kurang tidur kronis mengurangi berfungsinya area otak yang memainkan peran dalam gerakan berbasis tujuan dan belajar. Kurangnya tidur yang tepat juga menyebabkan kegiatan kurang dalam sistem imbalan otak.

Untuk penelitian, dipresentasikan dalam pertemuan tahunan ke-56 dari American college of Neuropsychopharmacology di California, tim mempelajari perilaku tidur peserta berusia antara 11 sampai 15 tahun.

Tim dibagi jumlah peserta dalam dua kelompok dan membiarkan satu kelompok tidur selama empat jam sementara sisanya selesai 10 jam tidur.

Sambil mengingatkan MRI scan peserta setiap kali tim diulang pola tidur yang sama dan saling bertukar di antara kelompok.

Para peserta juga dibuat untuk menjawab pertanyaan sementara memainkan permainan yang terlibat menerima hadiah uang $10 dan $1, yang diukur fungsi emosional dan gejala depresi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika para peserta yang kurang tidur dan bermain permainan lebih lama, reaksi otak adalah kurang responsif.

Sementara dalam kondisi lain, wilayah otak tidak menunjukkan perbedaan antara kondisi tinggi dan rendah-hadiah.

Setelah malam tidur terbatas, para peserta yang mengalami kurang aktivasi di area otak juga melaporkan lebih terjadi gejala depresi.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x