Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 11:18 WIB

Minum Susu,Tubuh Tolak Penyakit Tidak Menular

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 5 Desember 2017 | 12:37 WIB
Minum Susu,Tubuh Tolak Penyakit Tidak Menular
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Apakah Anda takut mengkonsumsi susu? Nah, ternyata konsumsi susu dapat menghambat terjangkitnya penyakit tidak menular.

Susu memiliki asam lemak yang unik dan kompleks. Karena itu, susu tidak membuat tubuh menjadi gemuk terlebih mengkonsumsinya tidak menyebabkan penyakit jantung koroner.

DR. Marudut, MPS, ahli gizi sebagai dosen di Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II menjelaskan penelitian pada orang dewasa multi ektnik kohort di USA menemukan bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans pamitoleat merupakan biomarker risiko diabetes yang lebih rendah dan pada konsentrasi yang lebih tinggi penurunan risiko diabetes militus dua kali lipat dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah.

Hasil penelitian ini konsisten dengan metaanalisis dan sistematik review yang dipublikasi tahun 2015 dari 50 penelitian bahwa asam lemak trans khususnya asam trans palmitoleat dapat menurunkan insiden diabetes melitus.

"Yang mengejutkan lagi adalah, susu dapat membantu menstabilkan berat badan pada orang dewasa," papar Marudut saat ditemui di acara Frisian Flag Fakta Ilmiah Kebaikan susu dan berbagai manfaatnya, Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Tidak hanya itu, konsumsi susu cair juga dapat mencegah penyakit cardiovaskular. Ini adalah justru membantu memperlancar peredaran darah pada tubuh.

Kemudian, ini juga dapat mengisi kepadatan tulang. Kalsium sangat penting dikonsumsi untuk metabolisme tubuh manusia. Ini dibutuhkan hingga usia 30 tahun.

"Setiap orang butuh kalsium hingga 30 tahun. Ini penting buat semua orang. Jika tidak dipenuhi kebutuhan kalsium pada tubuh, maka tulang akan mudah keropos," tambahnya.

Pada dasarnya, setiap orang dengan usia yang berbeda memiliki komposisi susu yang berbeda - beda. Misalnya, kelompok usia remaja ada kandungan komposisi kalsium tinggi, dan memang berbeda dengan usia tua.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x