Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 11:00 WIB
Hide Ads

Sail Sabang 2017

Bercengkrama dengan Dua Kapal Penjelajah Samudra

Oleh : Arif Budiwinarto | Minggu, 3 Desember 2017 | 13:15 WIB
Bercengkrama dengan Dua Kapal Penjelajah Samudra
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sabang - Berkunjung ke event Sail Sabang 2017 tak lengkap tanpa mengunjungi dua kapal layar tiang tinggi, KRI Bima Suci dan KRI Dewaruci.

KRI Bima Sakti sudah bersandar di Dermaga CT-3, Pasiran, Kota Timur, Sabang, NAD, sejak 28 November hingga berakhirnya gelaran Sail Sabang 2017 pada 5 Desember lusa.

Bukan hanya bisa melihat dari dekat kapal pengarung samudra terbaru milik TNI AL, pengunjung juga diberi kesempatan menginjakkan kaki di atas kapal, sambil beramah tamah dengan para perwira.

"Kapal Bima Suci ini (di Teluk Sabang) sampai tanggal 5 (Desember) kalau tidak salah," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela acara Sail Sabang, Sabtu (2/12/2017).

"Open ship harus dibuat tourism friendly. Masyarakat senang, anak kecil punya kesan luar biasa. Bisa pegang taruna, bertanya, melihat kapal dari dekat Jadi, pariwisata itu punya nilai komersil selain nilai budaya," lanjut Menpar.

KRI Bima Suci merupakan pengganti KRI Dewaruci yang memasuki masa purna tugas setelah beroperasi sejak 1953. Setelah diresmikan, kapal dengan jumlah 26 tiang layar itu masuk ke dalam jajaran TNI AL sebagai Kapal Layar Latih Akademi Angkatan Laut (AAL).

KRI Bima Suci merupakan kapal layar buatan perusahaan kapan ternama Spanyol yang berlokasi di Kota Vigo, Freire Shipyard. Usai keluar dari galangan kapal, KRI Bima Suci melakukan perjalanan muhibah pertama melintasi samudra dari Spanyol ke Indonesia pada September hingga November 2017.

Masih di lokasi Sail Sabang 2017, pengunjung juga bisa melihat pendahulu KRI Bima Suci, KRI Dewaruci yang bersandar tepat di depannya.

KRI Dewaruci merupakan kapal layar terbesar pertama milik TNI AL yang digunakan sebagai kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut. Kapal dengan dimensi panjang 583 meter dan lebar 950 meter dibuat perusahaan perkapalan H.C. Stulcken & Sohn, Hamburg, Jerman, pada 1952. Sejak diluncurkn pada 24 Januari 1953, KRI Dewaruci telag dua kali melaksanakan pelayaran muhibah keliling dunia yaitu tahun 1964 dan 2012.

Selama masih aktif berlayar KRI Dewaruci kerap meraih berbagai prestasi bertaraf internasional. Salah satu penghargaan internasional paling bergengsi yang pernah diraih oleh KRI Dewaruci adalah Cutty Shark Thropy saat Tall Ships Race di Australia tahun 1998.

"Kalau pun tidak terinspirasi jadi pelayar, generasi muda tahu dan bangga akan negerinya," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto.

Komentar

 
Embed Widget

x