Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 10:39 WIB
 

Perawatan Maksimal Tekan Kematian Bayi Prematur

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 30 November 2017 | 11:15 WIB
Perawatan Maksimal Tekan Kematian Bayi Prematur
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia.

Kemudian, kelahiran bayi prematur juga banyak menjadi penyumbang terbesar angka kematian bayi. Hal ini bisa ditekan dengan cara perawatan bayi prematur yang maksimal dan alat yang memadai.

Penurnan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan sebuah indikator pembangunan kesehatan. Kematian bayi baru lahir (neonatal) mempunyai porsi sekitar 54,9 persen dari seluruh kematian bayi sehingga kelangsungan hidup bayi baru lahir menjadi fokus program Kementerian Kesehatan.

Menurut data, berdasarkan survei Demografi Kesehatan Indonesia pada tahun 2012, Angka Kematian Neonatal adalah 19 per 1.000 Kelahiran Hidup yang cenderung stagnan sejak satu dekade sebelumnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan, bayi prematur lahr pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Karena itu, perawatan yang dilakukan sangat rumit dan memiliki risiko yang cukup tinggi pada awal kehidupan bayi.

"Perawatan bayi prematur dibutuhkan sarana yang lengkap dan teknologi yang canggih pada perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit)," papar Rinawati saat ditemui di acara GE Healthcare, Jakarta, baru - baru ini.

Fasilitas inkubator menjadi salah satu penunjang perawatan bayi prematur. Nilesh Shah, General Manager of Clinical Care Solutions, GE Healthcare Africa, India and Southest Asia, menjelaskan, fasilitas premium GE Healthcare untuk inkubator dan inkubator hybrid serta penghangatnya memiliki sejumlah fitur yang menyempurnakan teknologi sebelumnya.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x