Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:14 WIB

Art dan Fashion Melebur Jadi Satu

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 28 November 2017 | 04:00 WIB

Berita Terkait

Art dan Fashion Melebur Jadi Satu
Pengunjung mengamati pameran seni kontemporer bertema 'ArtXFashion' di Jakarta - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Potensi desainer dan pelaku seni sangat banyak terdapat di Indonesia. Karena itu dibutuhkan wadah untuk menampung hasil karya seni mereka.

Salah satu wadah untuk memamerkan hasil karya para desainer ternama dan pelaku seni kontemporer adalah di ArtXFashion yang digelar di The Warehouse Plaza Indonesia, Jakarta mulai Senin, 27 November hingga 3 Desember 2017. Pameran yang didukung penuh oleh Martel itu, melibatkan enam seniman dan tiga fesyen desainer. Para seniman tersebut adalah Lie Fhung, Tiarma Sirait, Nurrahmat Widyasena (Ito), Maharani Mancanegara, Dita Gambiro, Sarita Ibnoe, Erwin Windu Pranta, Miranti Minggar, Geugeut Pangestu, dan desainer lainnya. Salah satu fesyen desainer yang itu terlibat adalah Rinaldy A. Yanuardi.

Pada pameran yang bertajuk What You Wear Is (NOT) What You Are (NOT) What You Wear itu menampilkan konsep karya Encapsulate yang mengandung arti sangat dalam. Rinaldy mengartikan karyanya seperti alam semesta dipandang sebagai suatu kesatuan yang teratur, menyatujan sistem pemikiran, akal dan emosinya.

Merupakan karakter aslinya untuk mempertahankan dan melindungi tatanan dan keseimbangan alam. Kapsul ini secara artistik menafsirkan pertempuran dualisme alam semesta, melalui keindahan penjaga kosmik yang luar biasa yang melindungi cahaya harapan di dalam diri kita yang didukung oleh cinta.

Karya ini memperoleh penghargaan antara lain supreme WOW Award Winner dan Winner of the Open Section.

Selain itu, terdapat pula fesyen desainer Tiarma Sirait. Karya yang ditampilkan adalah Pink to Punk.

"Seperti kita ketahui gaya gaya ini sudah ada di tahun 60-an. Ini menjadi inspirasi saya. Tapi saya bermain dari 3 dimensi. Ini dibuat dari kertas dan besi. Akhirnya tangan saya bengkak," papar Tiarma Sirait saat ditemui di pameran ArtXFashion di Plaza Indonesia, Senin (27/11/2017).

Konsep karya kostum ini telah terinspirasi oleh perancang 60-an Apaco Rabanne yang inovatif. Untuk membuat kostum tersebut dibutuhkan waktu selama satu bulan. Karena pengerjaannya yang tidak terburu - buru dan terbilang santai.

"Di tangan saya, perkembangan desain geometris telah berkembang menjadi pola yang indah dan sangat kompleks, dari beraturan menjadi kekacauan. Kostum ini memiliki kekuatan untuk memproyeksi penampilan kertas manipulatif. Sebenarnya terbuat dari kartu telepon yang ditutupi kertas refleksi atau fancy paper, tapi terlihat seperti ditutupi kertas refleksi atau fancy paper, tapi terlihat seperti ogam terutama dengan tambahan cincin logam. Ekspresi kostum saya akan terlihat seperti kostum metal yang terlihat aneh, ilusif dan absurd namun bisa dipakai," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x