Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 11:07 WIB
Hide Ads

Kang Anom, Gowes Bandung-Aceh Mempertebal Keimanan

Oleh : - | Rabu, 22 November 2017 | 16:48 WIB
Kang Anom, Gowes Bandung-Aceh Mempertebal Keimanan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Usianya memang sudah tidak muda lagi, nyaris setengah abad, tapi bagi Kang Anom, persoalan fisik sepertinya bukan masalah. Tekadnya yang kuat untuk sholat di Masjid Baiturrahman di Banda Aceh yang meringankan setiap kayuhannya untuk bersepeda ribuan kilometer menuju Kota Serambi Mekah itu.

Warga Bandung pemilik nama Asli Supriyadi ini, Rabu (22/11/2017) pagi memulai ekspedisinya mengayuh sepeda kesayangannya dari kilometer 0 (nol) Bandung di Jalan Asia Afrika menuju provinsi paling ujung bagian barat Nusantara itu. Motivasinya sudah sangat kuat, yakni menuju Banda Aceh dan sholat di Mesjid Baiturrahman, Banda Aceh. Sebuah perjalanan yang diimpikannya.

"Sudah sejak lama saya menginginkan perjalanan ini. Bagi saya perjalanan ini untuk mengagumi dan mensyukuri keagungan Allah. Itu niat saya. Sekaligus sebuah upaya untuk mempertebal keimanan dengan mengunjungi kekayaan alam karya sang pencipta di sepanjang perjalanan," papar Kang Anom, sesaat sebelum memulai perjalanan di Km 0 Bandung.

Perjalanan awal Kang Anom menuju Aceh dilepas temen-temannya dari komunitas sepeda dan sesama alumni SMAN 15 Bandung angkatan 88 dari tugu KM Nol di depan kantor Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, di Jalan Asia Afrika. Hanya beberapa langkah dari Gedung Asia Afrika yang melegenda.

Bagi pria yang lahir 48 tahun lalu itu, perjalanan akan sarat makna jika diniatkan sebagai sebuah amal ibadah. Apalagi tujuan akhir dari touringnya itu adalah ingin bersujud dan melaksanakan sholat di Masjid Baiturrahman yang indah dan bersejarah.

"Hoyong pisan nyobian netepan (ingin mencoba sholat) di Masjid Baiturrahman. Doakan kami ya," ucap Kang Anom, yang memang hobi gowes itu dengan logat sunda yang kental, saat dihubungi lewat telepon selulernya.

Kang Anom sudah sejak lama mengagumi masjid raya peninggalan Kesultanan Aceh yang dibangun Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada 1022 H/1612 M itu. Mesjid ini masih tetap tegak berdiri saat Kota Banda Aceh dan sekitarnya diterjang bencana besar tsunami pada 2004 silam. Kini masjid yang menjadi saksi sejarah ke-Islaman di Aceh dan nusantara itu telah mengalami renovasi sehingga terlihat sangat megah.

Perjalanan Kang Anom dari Bandung ke Banda Aceh diperkirakan akan menempuh jarak sekitar 3.200 kilometer dan dibagi ke dalam 29 etape. Kira-kira akan menghabiskan waktu satu bulan untuk tiba di Banda Aceh. Jalur yang akan ditempuh melewati Pantai Barat Sumatera, dari Bakauheni, Lampung, menuju Bengkulu, terus melewati Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Untuk perjalanan ini, Kang Anom mengaku sudah mempersiapkan segalanya termasuk kebugaran fisiknya. Dalam dua minggu terakhir, ia telah mengetest kemampuan mengayuh sepedanya Bandung-Rancaekek dan daerah sekitarnya dengan beragam medan seperti tanjakan dan turunan sekitar 50 kilometer setiap hari. Tentunya dengan simulasi mengangkut beban berat di sepedanya.

Sepeda tunggangannya merek Federal pun telah mengalami modifikasi seperlunya. Seperti menambah pannier box kiri dan kanan pada bagian roda depan maupun belakang serta rak khusus di depan stang sepeda.

Menurut Kang Anom, barang bawaanya sekitar 22 kg. Jadi ditambah sepeda total berat beban yang harus dikayuhnya 32 kg. "Selain keperluan pakaian, dan logistik, saya juga membawa beberapa cadangan spare part jika sepeda sewaktu-waktu mengalami kerusakan," imbuh Kang Anom.

Untuk perjalanannya ini, Kang Anom mendapat dukungan penuh dan donasi dari teman-temannya. "Semua ikut mensupport. Kami teman-teman salut dan sangat peduli dengan tekad Kang Anom bersepeda ke Banda Aceh ini. Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan kemudahan," papar Bonaparte Priyatna, salah seorang sahabatnya yang ikut melepas di titik start pertama. Selamat berjuang kawan! [mdr]

Komentar

 
Embed Widget

x