Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 05:02 WIB

Apoteker Berperan Kendalikan Resistensi Antibiotik

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 14 November 2017 | 12:30 WIB
Apoteker Berperan Kendalikan Resistensi Antibiotik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Terkadang, masyarakat kerap membeli antibiotik untuk menyembuhkan penyakit langsung ke apotek tanpa resep dokter.

"Pada dasarnya, apoteker punya peran penting untuk kendalikan resistensi penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Terkadang, masyarakat kerap membeli antibiotik tanpa resep dokter dan langsung ke apotek," papar Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Maura Linda Sitanggang, PhD saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Secara umum, antibiotik digunakan pada infeksi selain bakteri, misalnya virus, jamur, atau penyakit lain yang non infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat selain menjadi pemborosan secara ekonomi juga berbahaya secara klinis yaitu terjadinya resisten bakteri terhadap antibiotik. Resisten terjadi saat bakteri mengalami kekebalan dalam merespons antibiotik yang awalnya sensitif dalam pengobatan.

Bakteri resisten ini dapat menginfeksi manusia dan hewan. Hal yang sama menyebabkan infeksi lebih sulit diobati. Resistensi antibiotik menyebabkan biaya pengobatan lebih tinggi, pasien lebih lama tinggi di rumah sakit, serta meningkatkan angka kematian.

Menurut WHO pada tahun 2015, bakteri resisten yaitu kondisi dimana bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang awalnya efektif untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Angka kematian akibat resistensi antimikroba sampai tahun 2014 sekitar 700.000 orang per tahun.

Dengan cepatnya perkembangan dan penyebaran infeksi akibat mikroorganisme resisten, pada tahun 2050 diperkirakan kematian akibat resistensi antimikroba lebih besar dibanding kematian akibat kanker.

Bila hal ini tidak segera diantisipasi, akan mengakibatkan dampak negatif pada kesehatan, ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan global, termasuk membebani keuangan negara.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x