Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 05:15 WIB

Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:15 WIB
Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tidak jarang para ibu yang baru melahirkan menghadapi kendala saat memberikan Air Susu Ibu (ASI). Masalah ini bisa diatasi dengan konsumsi kacang hijau dan daun adas.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui daun adas mampu memicu produksi ASI. Terdapat hasil penelitian terbaru yang dilakukan selama satu tahun oleh 3 orang bidan bersamatim JUKAJO. Mereka adalah Catur E Suksesty, Marthia Ikhlasiah, dan Azimatudar. Mereka pertama kali di Indonesia yang menjadikan hasil risetnya sebagai satu produk yang dapat dibuat menjadi minuman kemasan fresh dan dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Pada penelitian kali ini dimuai dengan pemilihan kacang hijau sebagai galactogogue yang didasarkan pada kandungan nutrisinya sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, terdapat pula daun adas yang juga dapat memicu keluarnya ASI.

"Daun adas sangat banyak manfaatnya namun tidak banyak orang yang tahu. Tanaman ini mengandung flavonoid tinggi yang dapat mempengaruhi sistem endokrin dan fungsi hormon seperti merangsang sekresi air susu," kata Catur E Suksesty salah satu bidan yang melakukan penelitian JUKAJO jus kacang varian baru ditemui di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Pemilihan kacang hijau (Phaseolus Radiatus) sebagai galactogogue didasarkan pada kandungan nutrisinya diantaranya karbohidrat yang merupakan komponen terbesar dari kacang hijau yaitu sebesar 62-63 persen. Kandungan lemak pada kacang hijau adalah 0,7-1 gr/kg kacang hijau segar yang terdiri atas 73 persen lemak tak jenuh dan 27 persen lemak jenuh, sehingga aman dikonsumsi. Berdasarkan jumlahnya, protein merupakan penyusun utama kedua setelah karbohidrat. Kacang hijau mengandung 20 - 25 persen protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77 persen.

Daya cerna yang tidak terlalu tinggi tersebut disebabkan oleh adanya zat antigizi, seperti antitrypsin dan tanin (polifenol) pada kacang hijau. Pemenuhan nutrisi yang adekuat selama proses laktasi dapat mempengaruhi pengeluaran hormon prolaktin setelah makan.

"Jadi, untuk para ibu dan calon ibu, jangan pernah takut tidak memiliki ASI. Karena sudah terdapat nutrisi penunjang yang bisa memproduksi ASI lebih banyak," papar Marthia Ikhlasiah.

Pemilihan kacang hijau dan daun adas sebagai galactogogue didasarkan pada kandungan senyawa aktif, kandungan nutrisi, dan informasi ethnobotanical. Galactogogue digunakan untuk menginduksi, mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI yang memediasi proses yang kompleks melibatkan interaksi antara faktor fisik dan fisiologis. Kandungan senyawa aktif polifenol dan flavonoid merangsang prolaktin untuk meningkkatkan produksi air susu dan oksitosin untuk terjadinya proses pengeluaran air susu.

"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsumsi jus campuran kacang hijau (Phaseolus Radiatus) dan daun adas (Foenicumum vulgar L.) pada ibu menyusui berpengaruh terhadap peningkatan hormon prolaktin dan berat badan bayi. Sehingga harapannya dengan hasil penilitian yang sangat ketat dan terarah dapat memberikan hasil maksimal pada jenis varian JUKAJO yang akan kami luncurkan akhir tahun 2017 ini," ujar Ida Rosida, Founder & Commisioner JUKAJO.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x