Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 05:15 WIB
Hide Ads

Cheriatna, Pendiri PT Cheria Halal Holiday

Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 16 Oktober 2017 | 16:09 WIB
Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi
(Foto: Cheria Halal Holiday)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keberadaan Wisata Halal mampu menjawab keresahan pegiat wisata Muslim yang mengutamakan kehalalan makanan serta kemudahan beribadah.

Ternyata, gagasan Wisata Halal ini sudah dipikirkan Cheriatna, Direktur Utama PT Cheria Halal Holiday sejak 2012, kini membawa berkah. Bisnis Tour & Travel yang ditekuninya, terus berkembang.

Ya, kala itu, dirinya memprediksi, sektor pariwisata bakal menjadi bisnis yang prospektif. Sejalan dengan tingkat kesadaran masyarakat serta pesatnya perkembangan teknologi.

Benar juga, di saat daya beli mengering, sektor pariwisata bergeming. Jumlah generasi milenial untuk plesiran ke luar negeri terus menanjak. Pada 2016, sedikitnya 5 juta wisatawan tanah air melancong ke luar negeri. Di mana, 30% di antaranya pergi dua hingga tiga kali dalam setahun. "Saat ini, wisata adalah suatu kebutuhan," papar Cheriatna.

Perkembangan media sosial (medsos), memberikan dampak positif kepada sektor ini. Orang-orang punya hobi membagikan pengalaman berliburan ketimbang pamer kekayaan. Simak saja, swafoto bertema lokasi wisata luar negeri, marak di medsos. "Berlibur adalah kebanggaan. Dia (orang-orang) akan cerita kepada teman-temannya," kata Cheriatna.

Sejalan dengan itu kesadaran masyarakat Muslim untuk berlibur yang Halal, semakin tinggi. Ketika berada di luar negeri, mereka ingin mendapat jaminan halal-nya makanan. Dan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, salat lima waktu.

Di sinilah, naluri bisnis Cheriatna bergetar. Jelas-jelas ini pasar yang menggiurkan. "Wisata halal lebih nyaman, lebih fun, berkesan dan terjangkau. Bahkan beberapa paket (Wisata Halal), lebih murah ketimbang wisata umum," kata dia.

Semuanya memungkinkan lantaran Cheriatna bukan 'orang baru' di bisnis ini. Apalagi, tiap wisatawan memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kesabaran, keuluetan dan profesionalitas tinggi.

Bisnis yang dibangun bersama sang istri ini, berawal pada 1998. Kala itu, Kementerian Pertanian memilihnya pergi ke Jepang selama 8 bulan. Selama masa pertukaran pemuda ini, Cheriatna merasakan betul nikmatnya berada di Negeri Sakura itu.

Bagaimana naik pesawat, kereta cepat buatan Jepang dan tempat-tempat yang tak pernah dikunjungi sebelumnya. Itu menjadi kesan tersendiri baginya.

Sepulang dari Jepang, ia pun berangan-angan untuk menjelajahi belahan dunia lainnya. Nasib baik berpihak. Saat menjadi marketing salah satu produk berbasis Multi Level Marketing (MLM) Cheriatna, Cheriatna mendapat kesempatan keliling Malaysia, China dan Australia.

Berbeda dengan Jepang, Cheriatna mulai terbetik keinginan untuk berbisnis. Seluk beluk bisnis tour&travel dipelajarinya. Sejak 2012, dirinya benar-benar masuk ke bisnis ini. "Dulu kan (pakai) travel menjadi peserta," kenangnya.

Pertama kali membangun bisnis tour & travel, perusahaannya memberangkatkan 10 orang peserta. Waktu terus bergulir, bisnisnya semakin berkembang. Tahun lalu, sedikitnya seribu orang pelancong diberangkatkan ke luar negeri.

Saat ini, kesadaran masyarakat Muslim di tanah air tentang halal dan haram, semakin tinggi. Wajar apabila peminat Wisata Halal semakin membludak saja.

Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 108/DSN-MUI tentang himbauan Ummat Muslim agar berwisata yang halal. Jumlah peserta Wisata Halal semakin meningkat.

Banyaknya peminat Wisata Halal lantaran memang spesifik. Berbeda dengan Wisata Religi, karena destinasinya adalah tempat wisata umum. Mirip dengan Wisata Umum namun berbeda soal makanan yang dijamin halal serta kemudahan dalam beribadah.

Cheriatna menjamin, makanan untuk peserta Wisata Halal dijamin. Kerja sama dengan jaringan restoran halal di luar negeri, sudah dijalinnya. Berbagai seminar dan pertemuan dengan penyedia wisata halal dari luar negeri, dimanfaatkan Cheriatna untuk menjalin kerja sama bisnis.

"Dalam acara pertemuan dengan para penyedia jasa wisata luar negeri, kebanyakan justru mereka yang menawarkan kerja sama wisata halal," jelas Cheriatna.

Dalam perkembangannya, Wisata Halal juga diminati pelancong non-Muslim. Karena, ya itu tadi, makanannya cocok untuk mereka. Karena tidak mengandung babi atau hewan-hewan lain yang dilarang agama. "Mereka vegetarian sehingga tertarik dengan paket Wisata Halal," paparnya.

Dia pun optimis, bisnis Wisata Halal ini akan terus menanjak, karena halal sudah bukan lagi kewajiban bagi umat muslim. Namun bergeser menjadi sebuah gaya hidup. "Saya amat optimis sebab peluang terbuka lebar dan kesadaran keagamaan tinggi terkait makanan yang mereka konsumsi," ujar Cheriatna. [*]

Komentar

 
x