Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 23:58 WIB

Pengobatan Kanker Ini Diklaim Minim Efek Samping

Oleh : Aris Danu | Kamis, 31 Agustus 2017 | 22:20 WIB
Pengobatan Kanker Ini Diklaim Minim Efek Samping
(Foto: Inilahcom/Aris DC)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Rumah sakit di China, bernama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengklaim punya metode pengobatan kanker yang minim efek samping dan efektif mengatasi kanker.

Seperti kita tahu, sampai saat ini kanker merupakan momok paling menakutkan karena penyakit ini bisa menyerang siapapun dan tak mengenal usia.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit kanker internasional hasil kerja sama antara Bo'ai Medical Group China dan Perennial Real Estate Singapura.

General Manager St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Wu Jin Guo untuk wilayah Jakarta dalam keterangan tertulisnya mengatakan, selama ini pihaknya melakukan pengobatan bagi pengidap kanker dengan model terapi komprehensif.

"Terapi ini adalah metode gabungan pengobatan timur dan barat bertarget minimal invasif," kata Wu Jin Guo, Rabu (31/8/2017).

Metode pengobatan tersebut menurutnya punya beberapa keunggulan seperti, minim luka, efektif, pemulihan cepat, pengobatan akurat, dan minim efek samping lainnya.

"Metode ini juga dapat mengobati kanker stadium awal dan lanjut serta mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.

Lebih lanjut Wu Jin Guo menjelaskan, sistem ini juga mengintegrasikan esensi pengobatan tradisional China. Pengobatan itu, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan tubuh dalam proses pengobatan kanker, membunuh sel tumor padat sekaligus membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang kuat terhadap kanker, serta menghambat metastasis dan kekambuhan kanker secara menyeluruh.

Saat ini, lanjut Wu Jin Guo, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berkembang menjadi basis pengobatan kanker internasional terbesar di China Selatan.

"Hingga kini telah menyembuhkan lebih dari 20.000 pasien kanker stadium awal dan lanjut dari 30 negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah," demikian Wu Jin Guo. [adc]

 
x