Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 00:03 WIB

"Aku Senang Bisa Jujur" Tanamkan Nilai Kejujuran

Oleh : Aris Danu | Selasa, 29 Agustus 2017 | 17:32 WIB
(Foto: Antara Jatim/Siswowidodo)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta-Aktivis Jaringan Pekerja Budaya menyelenggarakan lomba menyanyi lagu anak dengan judul "Aku Senang Bisa Jujur". Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kejujuran kepada anak.

Jaringan Pekerja Budaya yang dimotori seniman, budayawan sekaligus sastrawan Harry Tjahjono ingin membudayakan kembali anak-anak agar menyanyikan lagu sesuai dengan usianya bertema anak-anak. Hal itulah yang membuat Harry Tjahjono bersama anaknya, Harry Krisna Triastantya menciptakan lagu 'Aku Senang Bisa Jujur' untuk dilombakan.

Lomba ini diikuti peserta anak-anak usia lima hingga sembilan tahun yang berlangsung di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (27/8/2017).

"Kalau lagu 'Aku Senang Bisa Jujur' itu bisa menjadi lagu pelengkap Nina Bobo, paling tidak itu bisa gunakan untuk menanamkan nilai kejujuran kepada anak sejak dini," kata Harry Tjahjono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017).

Harry menambahkan, lagu Nina Bobo yang populer di masyarakat dan biasa didendangkan kaum ibu, untuk menidurkan anak punya unsur yang kurang baik.

"Dalam syair lagu itu 'kan ada kalimat 'digigit nyamuk' yang bisa menakut-nakuti anak balita. saya berpikir apakah tidak bisa lagu itu digantikan syairnya yang lebih positif, kemudian saya buatkan lagu bersama anak saya. saya bikin lagu 'Aku Senang Bisa Jujur'," urainya.

Dalam waktu dekat, Harry akan menggelar lomba menyanyikan lagu anak-anak 'Aku Senang Bisa Jujur' tersebut untuk ibu-ibu di tempat yang sama.

"Dalam waktu dekat, saya akan gelar lomba untuk ibu-ibu juga di tempat ini. Saya juga akan menawarkan kepada penyanyi Yuni Shara agar menyanyikan lagu tersebut. Saya sudah hubungi Yuni melalui pesan lewat WA namun belum dijawab, saya yakin dia mau," papar Harry.

Lebih lanjut Harry mengatakan, kegiatan lomba menyanyi lagu anak itu merupakan misi gerakan budaya yang juga didukung oleh sejumlah aktivis seperti Arswendo Atmowiloto, Butet Kertaradjasa, Roy Marten, Sys NS dan para aktivis lain.

"Kegiatan budaya di Madiun ini untuk membangun Indonesia, tanah air kejujuran. Jadi memang saya sengaja memulainya dari lokal, tidak dari Jakarta. Karena kalau dari Jakarta pasti banyak ribetnya," demikian Harry. [adc]

 
Embed Widget

x