Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 15:02 WIB

Tingkatkan Kesadaran Tentang Penyakit Hepatitis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 28 Juli 2017 | 20:15 WIB
Tingkatkan Kesadaran Tentang Penyakit Hepatitis
Menurut Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hepatitis viral adalah masalah kesehatan besar di Asia Tenggara, dan setiap orang bisa turut mengendalikan dan mendukung terlaksananya eliminasi.

Setiap tahun hepatitis viral menjangkiti jutaan orang di kawasan ini, membunuh 410,000 orang, lebih dari jumlah total kematian karena HIV dan Malaria. Hepatitis juga menyebabkan kanker hati dan sirosis, kesakitan dan kematian dini, serta mempengaruhi perkembangan ekonomi dan pencapaian tingkat kesehatan yang baik.

Menurut Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (28/07/2017), meski beban penyakit ini besar, diperkirakan hanya satu dari sepuluh orang yang terinfeksi virus hepatitis mengetahui dirinya kondisi ini. Banyak yang belum tahu tersedianya pengobatan yang efektif dan upaya pencegahan, dari mengupayakan kebersihan hingga vaskin hepatitis B. Stigma dan diskriminasi penderita hepatitis masih umum ditemukan.

Untuk mengatasi tantangan dan agar hepatitis bisa dieliminasi di tahun 2030, sesuai target regional dan global, penting terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan, pengobatan dan pengelolaan penyakit ini.

Untuk mencapainya, pemangku kepentingan kesehatan di seluruh kawasan dapat meningkatkan penyebaran informasi dan advokasi. Pesan yang jelas, singkat dan akurat tentang bagaimana infeksi dapat dicegah, tanda dan gejala, pengobatan, semuanya dapat memberdayakan anggota masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Upaya sederhana untuk menjaga kebersihan seperti cuci tangan serta konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan aman adalah cara mencegah hepatitis A dan E. Edukasi pada kelompok berisiko tinggi seperti pengguna napza jarum suntik dan pekerja seks komersial dapat mendorong terjadinya perilaku mencegah risiko, sementara informasi bagi pemimpin politik dan donor dapat memperlihatkan kesenjangan sumberdaya dan meningkatkan dukungan.

Pihak kesehatan dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, dari perawat, bidan, dokter hingga teknisi, agar memiliki pengetahuan yang benar tentang tes, pengobatan dan perawatan hepatitis viral.
Hal ini bisa dilakukan dengan dimasukkannya pengetahuan ke dalam kurikulum pendidikan tenaga kesehatan, menciptakan dan menyebarkan panduan, menyediakan pelatihan khusus penatalaksanaan wabah.

Kejelasan arahan untuk menghindari suntikan yang tak perlu dan penggunaan jarum yang tak dapat digunakan ulang (ReUse Prevention) sangatlah berdampak besar dalam menurunkan angka hepatitis. Selain itu, diperlukan cakupan luas imunisasi hepatitis B pada kelahiran, yang diteruskan dengan 2-3 dosis dalam 6 bulan pertama.

Selain adanya intervensi kebijakan, sebenarnya kita, anggota masyarakat juga bisa berperan serta meningkatkan pengetahuan dan mendukung tercapainya eliminasi. Kita bisa berbagi pengalaman dan meniadakan stigma, bertenggang rasa terhadap mereka yang terinfeksi, menciptakan budaya empati dan peduli. Di India, bintang film terkenal Amitabh Bachchan menunjukkan infeksi hepatitis dapat terjadi pada siapapun, dan tak perlu malu atau merasa bersalah. Ini adalah penyakit yang biasa ditemui dan bisa diobati, inilah yang perlu diketahui kita semua.

WHO Asia Tenggara berkomitmen untuk melakukan hal ini, dan menerapkan rencana aksi strategis komprehensif bagi pengendalian hepatitis. Melalui upaya bersama kita bisa meningkatkan pengetahuan tentang hepatitis dan hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, serta melakukan upaya, mengeliminasi penyakit yang merupakan ancaman kesehatan masyarakat ini di tahun 2030.(tka)

 
x