Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 03:32 WIB

Ini Sebab Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 13 Juli 2017 | 18:30 WIB
Ini Sebab Kurang Konsumsi Buah dan Sayur
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Buah dan sayur masih dianggap sebagai pelengkap makan sehingga tidak sehingga tidak dikonsumsi secara teratur.

Masyarakat Indonesia melihat buah dan sayur bukan sebagai prioritas yang harus ada dalam setiap menu makanan. Pola pembentukan makan sehat tidak dimulai sejak usia dini akibat kesulitan ibu dalam memperkenalkan buah dan sayur kepada anak. Serta kurangnya pemahaman ibu mengenai konsumsi buah dan sayur yang tepat, baik dari sisi kuantitas asupan maupun manfaat berbagai variasi buah dan sayur.

"Kesibukan masyarakat terutama para pekerja yang cukup tinggi. Akibatnya, sarapan dan makan siang seringkali dilakukan di lingkungan kerja," papar dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Direktur Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular saat ditemui di RPTRA Teratai Tebet, Jakarta, Kamis (13/07/2017).

Kemudian, anggapan masyarakat bahwa harga buah mahal. Padahal banyak buah lokal yang dijual dengan harga terjangkau seperti jambu biji, pepaya, apel malang, dan apel manalagi.

Perlu diketahui, konsumsi buah dan sayur merupakan bagian dari diet yang direkomendasikan dalam menu sehari - hari. World Health Organization (WHO) merekomendasikan 400 gram buah dan sayur per hari. American Heart Association merekomendasikan 8 porsi atau 4,5 mangkuk dari berbagai jenis buah dan sayur per hari.

Sedangkan Kementerian Kesehatan melalui Pedoman Gizi Seimbang, Undang - Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 merekomendasikan konsumsi 3 - 5 porsi sayur dan 2 - 3 porsi buah per hari.(tka)

 
x