Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 03:35 WIB

Kehamilan Tak Dikehendaki dan Pernikahan Dini

Masalah Ini Tingkatkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 3 Juli 2017 | 13:45 WIB
Masalah Ini Tingkatkan Angka Kematian Ibu dan Anak
Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dua hal yang masih menjadi masalah di kesehatan terkait dengan kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kematian ibu dan anak adalah, adanya kehamilan tidak dikehendaki dan pernikahan dini.

Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, saat ditemui usai menghadiri Halal Bi Halal di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, pernikahan dini masih banyak ditemukan di daerah - daerah di Indonesia. Bahkan, kejadian tersebut cenderung mereta di berbagai daerah.

"Kalau di Indonesia semuanya masih ada ya di daerah. Sekarang kita menghadapi dua hal ya. Kehamilan yang tidak dikehendaki, dan pernikahan dini. Pernikahan dini legal, justru kehamilan yang tidak dikehendaki ini terjadi pada kelompok usia anak - anak," papar Anung Sugihantono, Jakarta, Senin (03/07/2017).

Masih menurutnya, dengan menunda setidaknya satu tahun menikah, ini akan berpengaruh pada penghematan biaya. Tidak hanya itu, Menunda pernikahan di bawah usia 20 tahun, akan menurunkan risiko kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.

"Jelas yang namanya kehamilan tidak dikehendaki ada upaya - upaya untuk melakukan penolakan. mulai dari menggugurkan sampai minum apapun dan itu meningkatkan risiko. Inilah yang belum dieksplore lebih lanjut," tambahnya. (tka)

 
x