Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 18:17 WIB

Ini yang Terjadi Ketika Wanita Terapi Hormon

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 1 Juli 2017 | 08:00 WIB
Ini yang Terjadi Ketika Wanita Terapi Hormon
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM,Jakarta - Terapi hormon dapat meningkatkan risiko kehilangan pendengaran pada wanita menopause.

Menggunakan terapi penggantian obat hormon cenderung meningkatkan risiko wanita yang lebih tua menjadi tuli. Hal tersebut adalah hasil dari sebuah studi.

Terapi penggantian hormon adalah pengobatan dengan hormon seks wanita, bertujuan untuk mengurangi gejala menopause seperti hot flashes dan kekeringan vagina, dan kadang-kadang kondisi seperti osteoporosis, suatu kondisi saat tulang menjadi lemah dan rapuh.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa menopause dapat meningkatkan risiko untuk kehilangan pendengaran, karena pengurangan tingkat estrogen.

"Banyak faktor yang berkontribusi untuk pendengaran diperoleh, termasuk usia, genetika, kebisingan, kondisi medis, faktor-faktor diet dan gaya hidup. Penelitian kami berfokus pada identifikasi dapat dicegah kontributor pendengaran,"kata penulis Sharon Curhan di Brigham dan Women's Hospital di Massachusetts, seperti dikutip oleh express.co.uk.

"Meskipun peran hormon seks dalam sidang kompleks dan tidak sepenuhnya dipahami, temuan ini menunjukkan bahwa wanita yang mengalami menopause alami pada usia yang lebih tua mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi," tambahnya.

Untuk penelitian ini, terinci dalam jurnal Menopause, tim diteliti independen link antara status menopause, terapi hormon lisan dan risiko pendengaran yang dilaporkan sendiri pada 80,972 wanita.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 persen dari peserta mengalami kehilangan pendengaran.

Asosiasi keseluruhan tidak signifikan antara menopause status dan risiko kehilangan pendengaran ditemukan, meskipun risiko yang lebih tinggi terkait dengan usia yang lebih tua di menopause alami.

Selain itu, risiko ditemukan untuk meningkatkan wanita yang mengkonsumsi obat-obatan.

Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan pendengaran mungkin menjadi pertimbangan bagi perempuan ketika mengevaluasi risiko dan manfaat dari terapi hormon, seperti yang disarankan oleh para peneliti.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x