Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 00:28 WIB

Jupe Meninggal karena Kanker Serviks

Wanita, Yuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 10 Juni 2017 | 16:00 WIB
Wanita, Yuk Deteksi Dini Kanker Serviks
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aktris Julia Perez atau yang biasa akrab disapa Jupe meninggal dunia akibat penyakit kanker serviks. Untuk mencegah penyakit tersebut, para wanita bisa melakukan deteksi dini sejak awal.

Perlu diketahui, sekitar lebih dari 92 ribu kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia pada 2014 akibat penyakit kanker. Sebersar 10,3 persen merupakan kematian yang disebabkan karena kanker serviks atau biasa dikenal dengan kanker mulut rahim.

Selanjutnya, jumlah kasus baru kanker serviks diketahui hingga kini mencapai 21.000. Hal ini sangat memprihatinkan. Untuk meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia pentingnya melakukan deteksi dini (skrining kanker serviks).

Salah satu bentuk deteksi dini adalah melalui tes Inspeksi Visal Asam Asetat (IVA). Tes IVA merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dini penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Tes ini diketahui tidak sakit dan dinilai efektif mendeteksi kanker serviks.

Tes IVA bisa dilakukan secara rutin satu tahun sekali setelah menikah. Tes ini bisa dilakukan pada fasilitas kesehatan primer di Puskesmas.

Kemudian, untuk dekteksi dini selanjutnya, para wanita bisa melakukan pap smear. Ini juga bisa dilakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah terdapat tanda - tanda penyakit kanker serviks atau tidak.

Selain itu terdapat pula vaksin imunisasi atau vaksin Human Papilomavirus (HPV). Ini adalah vaksin atau Imunisasi HPV untuk pencegahan primer dari kanker serviks yang bertujuan untuk menurunkan beban penyakit kanker serviks dan penyakit terkait dari infeksi virus HPV lainnya yang menyebabkan terjadinya kanker serviks.

"Imunisasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks, tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100 persen jika diberikan sebanyak 2 kali pada kelompok umur wanita naif atau wanita yang belum pernah terinfeksi HPV yaitu pada populasi anak perempuan umur 9-13 tahun yang merupakan usia sekolah dasar," papar direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, Jakarta, baru - baru ini. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x