Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 19:15 WIB

Curhat Tim NS Saat Bertugas di Puskesmas NINATI

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 30 Mei 2017 | 13:15 WIB
Curhat Tim NS Saat Bertugas di Puskesmas NINATI
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -Tim Nusantara Sehat (NS) di Puskesmas NINATI, Distrik NINATI, Kabupaten BOVEN DIGOEL, PAPUA, yang diwakili oleh dr. Mary Sabrina Purba, menceritakan tentang kisah suka dukanya bertugas di daerah itu.

Keterbatasan yang dialami oleh Mary dan teman - teman antara lain, Fahrulazi (perawat), Ruth Golda (Bidan), Daswati BR Sembiring (Kesehatan Lingkungan), Cindy Anggreni (Analis Laboratorium Medik), Nugraha Ramadhan (Tenaga Gizi), Nur Afdaliah (Kesehatan Masyarakat), dan Maria Rosalinda (Tenaga Farmasi), diakui sangat ekstrim. Mengapa?

Karena, medan di daerah tersebut sangat sulit untuk dijangkau oleh masyarakat terlebih daerah tersebut tidak memiliki jalan beraspal. Memiliki pengalaman selama dua tahun di daerah tersebut, tentu tim NS punya banyak kisah suka duka yang mereka hadapi. Namun, hal ini menjadi salah satu pengalaman yang membuat mereka semakin kuat dan mengenal bagaimana potret Indonesia secara nyata.

"Kalau berbicara kesan dan pesan, ini pengalaman kami yang ekstrim. Awal 2015 kami terkejut dengan keadaan yang ada. Tidak menikmati listrik, kekurangan signal, dan jalan tidak beraspal. Dengan keadaan Puskesmas yang terbatas. Kami menempati Puskesmas pembantu," kata Mary saat ditemui di acara koordinasi pasca penugasan dan pemulangan tim NS batch 1, Jakarta, Selasa (30/05/2017).

Kenyataan yang mengejutkan lagi adalah ketika Mary dan teman - temannya melihat bahwa Puskesmas yang menjadi tujuan penugasan ternyata tutup selama ini. Hal ini sontak membuat tim NS tersebut kaget dan tidak menyangka.

"Walaupun dengan segala keterbatasan kami tetap menjalani tugas kami. Puskesmas itu ternyata tutup. selama ini tidak ada pelayanan kesehatan. pegawai Puskesmas hanya ada 3 orang. Kami bekerja sama dengan mereka membangun semuanya dari awal," tambahnya.

Pembangunan Puskesmas tersebut dia mulai dari menata manajemen dan lainnya. Sehingga Puskesmas bisa berjalan dengan baik dan benar.

"Walaupun segala keterbatasan yang ada, akhirnya kami tetap menjalani puskesmas keliling. karena aspal tidak ada, kami rela menjalani dengan jalan kaki berkilo - kilo meter jauhnya," paparnya.

Dua tahun masa penugasan tidak terasa akhirnya terlewati. Namun, tim NS merasa sangat berat untuk meningkatkan Puskesmas tersebut dengan segala kegiatan kesehatan yang sudah berjalan dengan baik.

Air mata pun mengalir ketika harus meninggalkan tempat tugas pelayanan kesehatan itu. Ketika meninggalkan Puskesmas tersebut, para masyarakat sekitar melepas tim NS dengan perasaan sedih dan berat. Tentu ini membuat tim NS semakin sulit meninggalkan daerah tugas tersebut.

"Saat kepulangan ini, kami dilepaskan oleh para masyarakat ke mobil sambil nangis. sempai sekarang orang Puskesmas itu masih suka telepon untuk mengajak kami kembali. Kami benar - benar melihat Indonesia yang sesungguhnya. Jadi untuk tim NS selanjutnya, jangan lelah - lelah untuk bekerja, untuk membangun kesehatan di negeri ini," ujarnya. (tka)

 
x