Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 18:05 WIB

Inovasi Baru

Siswa SMA Buat Kursi Roda Listrik untuk Diabilitas

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 24 Mei 2017 | 09:00 WIB
Siswa SMA Buat Kursi Roda Listrik untuk Diabilitas
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lima orang siswa siswi yang duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 2 Sidoardjo, berhasil membuat inovasi kursi roda. Penasaran seperti apa?

Lima siswa siswi tersebut adalah Fariz, Iman Adityaresa, Rizky kurniawan, dan Tasya Tamara Putri. Kursi roda ini bukan hanya menjadi alat untuk membantu orang yang sedang sakit. Tetapi fungsinya lebih dari itu. Menurut Tasya, yang duduk di bangku SMA kelas 2, menjelaskan, kursi roda listrik yang dia buat bersama teman - temannya tersebut dikhususkan untuk membantu para penyandang disabilitas.

"Inovasi kami bernama Postwec: Power Stand Up Electric Wheelchair," kata Tasya saat ditemui di acara INDOHCF Inovation Awards 1 - 2017, Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (23/05/2017).

Masih menurut Tasya, pada kursi roda tersebut memiliki fitur khusus untuk pengguna dapat lebih mudah berdiri secara otomatis. Hal tersebut bisa dibantu dan diaktifkan dengan mengguna joystick.

"Fitur dari kursi roda itu bisa memiliki kemampuan untuk memudahkan penggunanya berdiri. Ini dikontrol menggunakan joystick dan sangat mudah digunakan," tambahnya.

Latar belakang lahirnya inovasi itu adalah ketika para anak SMA tersebut melihat kerabat dekat yang mengalami disabilitas dan sulit untuk berdiri. Melihat hal tersebut, hati anak SMA itu terenyuh dan ingin membuat sesuatu hal yang berguna tidak hanya untuk kerabat tetapi juga para penyandang disabilitas lainnya.

"Saya melihat kerabat teman sulit untuk menjangkau tempat tinggi dan kami terenyuh untuk membantu dia. Ada pemikiran lain untuk membantu penyandang disabilitas lainnya," ujarnya.

Permasalahan yang sering terjadi pada penyandang disabilitas adalah mereka sulit berpindah tempat, sulit menjangkau tempat yang tinggi dan sulit bertemu orang lain. Karena itu, tim anak SMA tersebut ingin mensosialisasikan hal ini untuk bisa membantu pada penyandang disabilitas.

"Untuk membuat kursi roda ini ,membutuhkan riset selama satu tahun. Ini ada ekstrakulekuler di sekolah namanya rekayasa teknologi (rekto smamda) SMA Muhammadyah 2 sidoarjo yang bisa mendukung kegiatan inovasi tersebut," katanya.

Agar para penyandang disabilitas memiliki keamanan yang terjamin, kursi roda tersebut dilengkapi dengan belt agar mudah mengimbangi beban tubuh saat berdiri di atas kursi roda.

"Kami menggunakan 135 derajat tapi ini sangat menjangkau tempat tinggi. Jadi menurut kami ini cukup membantu para disablitas untuk menjangkau tempat yang tinggi ketika dari duduk kemudian berdiri sekitar 135 derajat," ungkapnya.

Tidak hanya itu, pada awal pembuatan kursi roda tersebut, Tasya mengungkapkan ingin mengaktifkan lewat sebuah aplikasi yang dapat di download pada smartphone. Namun, mengingat penyanjang disabilitas tidak lagi pada usia muda, niat tersebut ditiadakan.

"Kami awalnya ingin menggunakan aplikasi. Namun ternyata banyak lansia (lanjut usia). Jadi kami lebih memiliki joystick seperti stick PS yang portable jadi bisa digunakan dengan mudah," tambahnya.

Selain itu, kursi roda tersebut dilengkapi dengan obstacle detection. Ini adalah sensor utrasonik pendeteksi jarak. Jadi, ketika ada orang di belakang atau barang di belakang kursi roda bisa terdeteksi agar tidak tertabrak. Jaraknya bisa diukur, Kurang lebih 30 cm.

Untuk memudahkan memakai kursi roda yang dibandrol harganya sekitar Rp. 10 juta tersebut, terdapat pula baterai yang menggunakan tenaga aki. Kemudian, dilengkapi dengan portable charge.

"Kita bisa menggunakan kursi roda ini selama 60 menit. Bisa di charge disitu. Ada disediakan seperti power bank. Kalau untuk kecepatan jalan, maksimal 10 km / jam," ujarnya.

Untuk menghasilkan inovasi tersebut dibutuhkan waktu yang panjang hingga akhir sempurna, selama kurang lebih 3 bulan. Selama itu, biaya riset dan pembuatan kursi roda mencapai hampir Rp. 15 juta. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x