Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 17:33 WIB

Obat untuk Hipertensi Paru Masih Minim

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 8 Mei 2017 | 09:30 WIB
Obat untuk Hipertensi Paru Masih Minim
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketersediaan jenis obat untuk hipertensi paru di Indonesia masih minim. Hal ini menjadi kendala yang sangat berarti untuk mengatasi penyakit langka tersebut.

Menurut pengurus Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI), Dhian Deliani, dari 14 jenis obat yang ada di dunia, hanya ada empat yang tersedia di Indonesia. Kemudian, hanya satu yang dapat ditanggung oleh BPJS.

"Kami berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan pasien - pasien penyakit langka ini dan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bisa turut mengakomodir kebutuhan pasien akan obat ini, terutama obat golongan Slidenafil yang belum masuk ke dalam daftar formularium nasional yang bisa ditanggung oleh BPJS," papar Dhian Deliani saat ditemui di acara Pfizer Press Circle, Jakarta, baru - baru ini.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI), prevalensi hipertensi paru di dunia adalah 5 - 10 pasien per 100.000 penduduk. Dengan kata lain, seharusnya ada sekitar 12.000 - 25.000 pasien hipertensi paru di Indonesia.

"Dengan kata lain, data ini sangat jauh dari terdata di YHPI, yaitu sekitar 120 pasien hipertensi paru di Indonesia. Angka prevalensi di Indonesia bisa jauh lebih tinggi dan bisa mencapai lebih dari 30 ribu, bila mengingat di Indonesia kasus Penyakit Paru Kronis (PPOK) dan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang tidak terdiagnosis atau dioperasi saat bayi atau anak - anak sangat tinggi dan jauh diatas negara lain," tambahnya.(tka)

 
x