Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:04 WIB

Prediabetes Harus Diatasi Sejak Dini

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 8 Mei 2017 | 06:00 WIB
Prediabetes Harus Diatasi Sejak Dini
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Prediabetes yang merupakan pencetus Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) telah menjadi permasalahan kesehatan global, tidak terkecuali di Indonesia.

Angka kejadian prediabetes di Indonesia meningkat setiap tahunnya dan jumlahnya dua kali lipat dari angka penderita DM (Diabetes Melitus).

Menurut International Diabetes Federation 2011 memperkirakan, pada tahun 2030 sebanyak 398.000.000 penduduk dunia akan mengalami prediabetes. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menemukan bahwa prevalensi DMT2 daerah perkotaan Indonesia sebesar 5,7 persen, sedangkan prevalensi prediabetes hampir dua kali lipatnya yaitu 10,2 persen.

Hasil riset ini diperkuat oleh data dari Departemen Kesehatan 2008 yang menyatakan prevalensi prediabetes di Indonesia dua kali lipat dari angka penderita DMT2, atau 11 persen dari total penduduk Indonesia. Hal ini berarti jumlah penduduk Indonesia yang terkena DMT2 akan meningkat dua kali lipat dalam waktu dekat.

"Sekitar 2/3 orang ternyata tidak tahu mengalami diabetes, dan hanya 1/3 jumlah orang yang tahu. Kami maunya 100 persen yang terdampak itu tahu sejak dini dan dijaga agar tidak terjadi komplikasi. Sebagai pencegahan sekunder. Primernya kita mendorong masyarakat untuk mengetahui konsumsi makanan yang tepat, olahraganya, dan deteksi dini apa dia terpapar atau tidak," kata drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular saat ditemui di Dinas Kesehatan RI, Jakarta, baru - baru ini.

Meski jumlah prediabetes di Indonesia semakin tinggi, namun manajemen untuk pasien prediabetes belum banyak dikaji. Selain itu kurangnya pedoman dan upaya deteksi dini prediabetes membuat kondisi prediabetes tidak diketahui dan tidak teramati.

"Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, menyambut baik inisiatif berbagai pihak dalam mengadakan program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes," tambahnya.

Deteksi dini prediabetes sangat penting sebagai upaya menekan tingginya angka DMT2, terutama jika mengingat prediabetes tidak hanya menyerang kelompok usia tua, namun juga sudah ditemukan di kelompok usia muda serta produktif.

"Maka, kami menghimbau dokter-dokter puskesmas untuk turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini prediabetes di masyarakat," ujarnya.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x