Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 12:32 WIB

Perhatikan, Ini Gejala Hipertensi Paru

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 5 Mei 2017 | 05:00 WIB
Perhatikan, Ini Gejala Hipertensi Paru
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hipertensi paru mungkin masih asing di telinga masyarakat. Namun Anda perlu memperhatikan beberapa gejalanya.

Istilah hipertensi atau tekanan darah tinggi tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hipertensi dikaitkan dengan tekanan darah di pembuluh darah. Namun, masih banyak yang belum mengetahui apa itu hipertensi pulmonal atau di Indonesia sering disebut hipertensi paru.

Saat ini hipertensi paru merupakan masalah kesehatan global yang cukup besar dialami. Sekitar lebih dari 25 juta kasus hipertensi paru di dunia. Kemudian, 50 persen tidak berobat hingga meninggal, kurang dari dua tahun jika tidak diterapi. Hal lain yang mengejutkan adalah, tingkat kematian hipertensi paru lebih tinggi dibandingkan dengan kanker payudara dan kanker kolorektal.

Perlu diketahui, hipertensi paru sering diderita pada usia muda dan usia pertengahan. Lebih sering lagi diderita pada perempuan dengan perbandingan 2:1, angka kejadian pertahun sekitar 2-3 kasus per 1 juta penduduk. Kemudian, sekitar 80 persen dari pasien yang terkena hipertensi paru tinggal di negara - negara berkembang.

Hipertensi paru kerap dikaitkan dengan penyakit jantung bawaaan dan berbagai gangguan infeksi, termasuk schistosomiasis, HIV, dan penyakit jantung rematik.

"Beberapa gejala - gejala tentang hipertensi paru meliputi sesak napas, mudah capek, lemah, nyeri dada, pingsan, bengkak pada kedua kaki, dan perut membesar. Pada tahap awal hingga lanjut, gejala - gejala tersebut akan menjadi semakin parah sehingga menghambat aktivitas penderita," kata pakar hipertensi paru dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), FAsCC, FAPSC, FACC, saat ditemui di acara Pfizer Press Circle, Jakarta, Kamis (04/05/2017).

Masih menurutnya, bila penyakit hipertensi paru tidak ditangani dengan tepat, akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah paru, kerusakan paru, gagal jantung kanan, dan kematian. Karena itu, masih menurutnya, yang terpenting untuk mengatasi penyakit tersebut adalah melakukan deteksi dini yang tepat.

"Hipertensi paru dianggap langka karena cara mendiagnosanya sulit dan keluhannya tidak khas, mirip seperti sakit paru atau penyakit jantung. Diperlukan pemeriksaan yang lebih lengkap agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. jika diketahui sejak awal dapat diobati dengan obat - obat yang tersedia," tambahnya.(tka)

 
x