Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 07:16 WIB

Penderita Diabetes di PNS Pemprof DKI Tinggi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 5 Mei 2017 | 03:00 WIB
Penderita Diabetes di PNS Pemprof DKI Tinggi
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Fakta mengejutkan bahwa PNS di Pemprof DKI Jakarta mengalami penyakit diabetes melitus (DM) mencapai sekitar 5,6 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Widyastuti MKM Kepala bidang P2P Dinas Kesehatan Jakarta, saat ditemui di acara Nutrifood Edukasi 100 dokter umum Puskesmas Provinsi DKI Jakarta Mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan prediabetes di kantor Dinas Kesehatan Jakarta, Kamis (04/05/2017).

"Kami punya potret profile bukan hanya warga DKI Jakarta yang mencapai 3 persen menderita DM. PNS di Pemprof Jakarta, kami punya konsep medical check up sekitar pada 2015 terakhir mencapai 5,6 persen mengalami DM. Kemudian hipertensi 24 persen. Memang dua hal ini menjadi prioritas utama," kata Widyastuti.

Masih menurutnya,hal yang sangat mendasar terjadinya tingkat penderita DM tinggi karena kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, Pemerintah sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan rutin menjalankan senam yang dilakukan di dalam ruangan dengan durasi 5 - 10 menit.

"Ternyata benar 6,6 persen itu kurang bergerak. Kurangnya aktivitas fisik. Sebetulnya kita punya mekanisme setiap hari Jumat bergerak dan senam. Kemenkes kemarin menampilkan tayangan di CD untuk dicontoh gerakannya agar setiap orang bergerak. Bergerak di dalam gedung. Jangan sampai tidak melakukan. minimal bergerak bersama selama 10 menit," tambahnya.

Tidak hanya itu, untuk mencegah terjadinya DM, harus diperhatikan pola makan yang baik dan benar. Ini sangat berpengaruh kepada asupan makanan yang bergizi seimbang dan meminimalisir konsumsi gula dan garam yang berlebihan.

"Kita harus mencegah terjadinya DM dengan menerapkan gaya hidup dan pola hidup terutama untuk pola makan yang sehat. Ini berkaitan dengan pencegahan prediabetes dan diabetes. Menentukan makanan yang benar dan pilihan makanan yang benar adalah kunci dari penanganan pencegahan prediabetes dan diabetes," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Nutrifood bekerja sama dengan Kemenkes, BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengadakan program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas di 5 wilayah DKI Jakarta.

"Kami menyambut baik program dan respon positif dari Kemenkes RI, BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA). Program ini adalah kelanjutan dari rangkaian edukasi cermati konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan sebagai dasar edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM)," papar Susana, Head of Nutrifood Research Center. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x